Breaking News:

Afghanistan

Pesta Pernikahan Putar Musik, 3 Tewas Diserang Orang Bersenjata, Taliban Bantah Terlibat 

Orang bersenjata mengaku sebagai bagian dari Taliban, menyerang sebuah pernikahan di Afghanistan timur untuk menghentikan pemutaran musik.

Editor: Bambang Wiyono
Hoshang HASHIMI / AFP
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid (kiri) memberi isyarat ketika ia tiba untuk mengadakan konferensi pers pertama di Kabul pada 17 Agustus 2021 setelah pengambilalihan Afghanistan yang menakjubkan oleh Taliban. 

TRIBUN-BALI.COM, KABUL - Pelarangan memutar musik di Afghanistan paska Taliban menguasai negara itu, benar-benar diterapkan dengan sadis.

Sekelompok orang bersenjata yang mengaku sebagai bagian dari Taliban, menyerang sebuah pernikahan di Afghanistan timur untuk menghentikan pemutaran musik. Tiga orang tewas dalam penyerangan itu.

Juru bicara pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan, dua dari tiga penyerang telah ditangkap, dan membantah mereka bertindak atas nama Taliban.

Baca juga: Peringatan Taliban untuk Tukang Cukur di Afghanistan, Dilarang Mencukur Jenggot

“Tadi malam, di pernikahan Haji Malang Jan di desa Shamspur Mar Ghundi Nangarhar, tiga orang yang memperkenalkan diri sebagai Taliban memasuki perayaan dan (meminta) agar musik berhenti diputar,” katanya pada Sabtu (30/10/2021) melansir Guardian.

Menurutnya, akibat penembakan itu, setidaknya tiga orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Dua tersangka dilaporkan telah ditahan oleh Taliban sehubungan dengan insiden itu, dan satu orang yang melarikan diri masih dalam pengejaran.

Baca juga: INILAH Alasan Taliban Melarang Murid Putri Masuk Sekolah di Afghanistan, Disiapkan Tempat Khusus

“Para pelaku insiden yang tertangkap, yang menggunakan nama Taliban untuk melakukan permusuhan pribadi mereka, telah diserahkan untuk menghadapi hukum Syariah.”

Qazi Mullah Adel, juru bicara gubernur Taliban di provinsi Nangarhar, membenarkan insiden itu tetapi tidak memberikan rincian.

Seorang kerabat korban mengatakan oknum yang mengaku Taliban melepaskan tembakan, saat musik sedang dimainkan.

Musik dilarang terakhir kali Taliban memerintah Afghanistan. Sementara pemerintah baru belum mengeluarkan dekrit seperti itu. Namun kepemimpinannya saat ini masih tidak menyukai penggunaannya dalam hiburan dan melihatnya sebagai pelanggaran hukum Islam.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved