Breaking News:

Sponsored Content

Salak Sibetan Peroleh Sertifikat Indikasi Geografis, Bupati Pacu Nilai Ekonomis Salak Sibetan

Kabupaten Karangasem, Bali, memiliki berbagai potensi alam yang bisa dikembangkan untuk memberikan nilai ekonomis yang cukup tinggi

Pemda Karangasem
Salak Sibetan Peroleh Sertifikat Indikasi Geografis, Bupati Karangasem Pacu Nilai Ekonomis Salak Sibetan 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kabupaten Karangasem, Bali, memiliki berbagai potensi alam yang bisa dikembangkan untuk memberikan nilai ekonomis yang cukup tinggi bagi masyarakat, termasuk ke khasan produk hasil karya masyarakat dan jenis komoditas pertanian yang khas yang ada dan hanya bisa ditemui di Kabupaten Karangasem.

Salah satunya salak Nangka dan salak Gula Pasir, di mana jenis salak ini hanya bisa ditemui di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem.

Dan saat ini salak hasil panen dari agro wisata di Desa Sibetan, Karangasem yang kemudian lebih dikenal sebagai salak Sibetan ini sudah menjadi salah satu Produk Indikasi Geografis, yang secara hukum sudah dipatenkan dan mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) dari Kementrian Hukum dan Ham.

Artinya secara geografis salak atau agrowisata/perkebunan salak di Desa Sibetan sudah menjadi salah satu ikon Karangasem.

Baca juga: Salak Sibetan Mulai Diminati Pasar di NTB, Permintaan Perminggunya Capai 3 Ton 

Dengan tersertifikasinya salak Sibetan sebagai indikasi geografis Karangasem, warga di Desa Sibetan juga telah membentuk Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang ikut menjaga kelestarian varietas salak Nangka, salak Porong dan salak Gula Pasir yang sudah sangat terkenal di dalam negeri maupun di manca negara.

Termasuk menjaga agar lahan perkebunan salak tidak beralih fungsi menjadi lahan persawahan atau perkebunan lain.

Sertifikat Indikasi Geografis Salak Sibetan Karangasem ini mendapat apresiasi dan atensi dari Bupati Karangasem, di mana Bupati Gede Dana, Sabtu 30 Oktober 2021, menyerahkan langsung SIG tersebut kepada Kelompok MPIG Salak Sibetan, Karangasem, Bali.

Penyerahan SIG tersebut berlangsung di Wantilan Pura Bale Agung, Desa Sibetan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gede Dana menyampaikan, berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 bahwa indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi kualitas dan karakteristik tertentu pada barang dan atau produk yang dihasilkan.

“Sehingga untuk memperoleh Sertifikat IG ini perlu dukungan waktu, administrasi, anggaran dan dukungan dari semua pihak baik desa adat, tokoh masyarakat dan kelompok-kelompok petani lainnya, untuk ikut bersama-sama menyukseskan perolehan Sertifikat Indikasi Geografis ini,” ujar Gede Dana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved