Breaking News:

Berita Klungkung

Hujan Deras Mulai Guyur Klungkung, Masyarakat Diminta Waspadai Dampak La Nina

Kabupaten Klungkung, Bali, diguyur hujan deras disertai angin kencang, Senin 1 November 2021 dini hari.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kabupaten Klungkung diguyur hujan deras disertai angin kencang, Senin 1 November 2021 dini hari. Akibatnya sebuah pohon beringin tumbang di Desa Tegak, dan sempat menutup badan jalan - Hujan Deras Mulai Guyur Klungkung, Masyarakat Diminta Waspadai Dampak La Nina 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kabupaten Klungkung, Bali, diguyur hujan deras disertai angin kencang, Senin 1 November 2021 dini hari.

Akibatnya sebuah pohon beringin tumbang di Desa Tegak, dan sempat menutup badan jalan.

Hujan deras yang mengguyur Klungkung terjadi sejak Minggu 31 Oktober 2021 malam.

Hal ini sesuai dengan peringatan BMKG, yang mana memasuki awal November beberapa wilayah di Indonesia akan diguyur hujan deras karena dampak dari fenomena La Nina.

Baca juga: WASPADA Musim Peralihan! Anda Wajib Tahu Fenomena La Nina hingga Ancaman Bencana Hidrometeorologi

"Laporan yang kami terima, hujan deras yang mengguyur Klungkung sebabkan pohon tumbang di Desa Tegak. Tim TRC sudah melakukan evakuasi, karena pohon itu menutup badan jalan," ungkap Kalak BPBD Klungkung, I Putu Widiada, Senin 1 November 2021.

Selain menutup jalan, pohon tumbang itu juga menimpa kabel listrik.

Sementara itu terkait fenomena La Nina, Widiada meminta masyarakat untuk tetap waspadai dampak dari cuaca buruk.

Mengingat fenomena badai La Nina biasanya ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang.

"Kalau di Klungkung, saat hujan disertai angin kencang biasanya yang sering terjadi itu bencana pohon tumbang. Sehingga kami imbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca buruk yang kemungkinan juga terjadi di Klungkung dalam beberapa hari kedepan," ungkapnya.

Sehingga masyarakat diminta aktif melapor ke BPBD Klungkung untuk upaya mitigasi, jika ada pohon rawan tumbang di wilayahnya.

Potensi bencana lain yang juga perlu diwaspadai yakni longsor dan banjir.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan fenomena badai La Nina yang kemungkinan terjadi awal November sampai Februari 2022 mendatang.

Fenomena alam ini ditandai dengan peningkatan itensitas hujan, disertai angin kencang. (*).

Baca juga: Mengenal Fenomena La Nina yang Akan Mengancam Ketahanan Pangan

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved