Berita Denpasar

Kasus Aktif Covid-19 di Kota Denpasar Tinggal 0,28 Persen

Berdasarkan data pada Senin 1 November 2021, jumlah pasien sembuh bertambah sebanyak 9 orang dan kasus meninggal dunia kembali nihil.

Penulis: Putu Supartika | Editor: DionDBPutra
Humas Pemkot Denpasar
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Perkembangan kasus aktif Covid-19 di Kota Denpasar terus melandai.

Berdasarkan data pada Senin 1 November 2021, jumlah pasien sembuh bertambah sebanyak 9 orang dan kasus meninggal dunia kembali nihil.

Sampai hari ini kasus aktif Covid-19 di Kota Denpasar tinggal 0,28 persen.

Baca juga: PLN Sebut Ledakan Gardu Listrik di Jalan Pulau Kawe Denpasar karena Bagian Perisai Binatang Terbakar

Baca juga: Sertakan Surat PCR Palsu untuk Berpergian, Tiga Orang di Denpasar Diamankan Polisi

Secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 37.778 orang, kesembuhan pasien mencapai angka 36.677 orang (97,09 persen), meninggal dunia 995 orang (2,63 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 106 orang (0,28 persen).

Saat dikonfirmasi, Senin 1 November 2021, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengingatkan, kendati kasus Covid-19 semakin menurun namun penularan virus masih terjadi.

Oleh karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendur menerapkan protokol kesehatan (prokes) mencegah Covid-19.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama. Tidak boleh kendur dalam menerapkan protokol kesehatan karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus Covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat.
Diperlukan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” kata Dewa Rai.

Dewa Rai mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus Covid-19 saat ini.

Dalam beraktivitas sehari-hari, kata Dewa Rai, protokol kesehatan wajib dipatuhi berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali.

Terlebih lagi saat ini ada mutasi Covid-19 varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat. Jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Dewa Rai mengatakan berbagai upaya terus dilaksanakan pemerintah guna menurunkan zona risiko, tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin menggunakan mobil calling atau door to door, menyemprot disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Pemkot Denpasar juga terus berupaya merealisasikan vaksinasi kepada masyarakat. Vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan kelompok disabilitas.

Simak berita lainnya dari Kota Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved