Breaking News:

Berita Klungkung

Proyek Rp 18 Miliar di Klungkung Kini Hanya Sisa Gedung Tertanam Pasir dan Gapura yang Nyaris Roboh

bangunan tower sudah roboh diterjang ombak, sehingga proyek senilai Rp18 miliar itu hanya sisa gedung tertanam pasir dan gapura.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Eka Mita
Kondisi bangunan Pangkalan Pendaratan Ikan di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, Senin (1/11). Proyek Rp18 Miliar Hanya Sisa Gedung Tertanam Pasir dan Gapura Yang Nyaris Roboh. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ombak besar yang menerjang pesisir Pantai Karangdadi dalam beberapa pekan terkahir, menyebabkan bangunan PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan) di Klungkung semakin hancur.

Saat ini bangunan tower sudah roboh diterjang ombak, sehingga proyek senilai Rp18 miliar itu hanya sisa gedung tertanam pasir dan gapura yang juga sudah nyaris roboh.

Kondisi ombak di Pantai Karangdadi, Kusamba masih cukup tinggi, Senin 1 November 2021.

Pasir pantai yang tergerus ombak masih tampak jelas disisi timur gapura proyek PPI.

Sementara menara yang sebelumnya sudah dalam kondisi mereng, saat ini sudah tidak tampak lagi. 

Baca juga: Data WALHI Bali, 480,54 Ha Lahan Pertanian Produktif Terkena Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi

Baca juga: Naik Jabatan! Karier 3 Shio Ini Sangat Cemerlang di November 2021, Mereka Akan Memegang Proyek Besar

Bangunan itu hilang di terjang ombak, menyusul bangunan lainnya seperti gedung pendaratan ikan, toilet, sampai break water yang terlebih dahulu hilang diterjang ombak. 

"Bangunan itu (menara air) sudah roboh beberapa hari lalu, karena ombak besar," ungkap warga setempat, Mangku Dharma..

Akibat kondisi itu, proyek yang bernilai Rp18 miliar itu hanya tersisa bangunan padmasana dan bangunan pendingin yang sudah tertimbun pasir.

Bahkan bangunan pendingin saat ini hanya tampak atapnya saja.

Sementara juga masih berdiri gapura yang juga rawan roboh, karena tembok sisi selatannya sudah hancur diterjang ombak.

"Bangunan lainnya (gapura dan gedung pendingin) hanya tinggal menunggu waktu untuk roboh," ungkapnya.

Sementara itu, status aset sari bangunan PPI yang dibangun tahun 2005 itu belum jelas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, Dewa Sueta sebelumnya menjelaskan, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Pemprov Bali terkait status aset PPI.

"Kami juga tengah koordinasi dengan Provinsi Bali dan bidang aset bagaimana kelanjutan status aset PPI ini. Apakah akan dihapuskan atau bagaimana. Nanti kami lihat juga kondisi aset PPI itu saat ini," ungkap Sueta Negara. 

Baca juga: Menko Airlangga Sebut 10 Proyek BIMP-EAGA Selesai Tahun Ini

Baca juga: Belasan Warga Sampaikan Aspirasi Terkait Ganti Rugi di Proyek Normalisasi Sungai Unda Klungkung

Proyek PPI di Dusun Karangdadi, Kusamba berdiri di atas lahan 1,2 Hektar dan merupakan proyek pemerintah pusat melalui Kementrian Perikanan dan Kelautan.

Saat perencanaan, proyek ini dianggarkan sebesar 33 Milyar dan pertama kali dikerjakan tahun 2005 melaui Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat.  

Karena permasalahan anggaran dari pusat dan permasalahan teknis, pembangunan terhenti sejak tahun 2012, padahal pembangunan PPI sudah menghabiskan anggaran sebesar 18 milyar.

Hingga saat ini, bangunan PPI tersebut tidak dilanjutkan dan terkesan terbangkalai tidak terurus.

Bahkan sebagian besar hanya tersisa puing, akibat hancur dihantam ombak pesisir Karangdadi. (Mit)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved