Berita Denpasar

Polisi Tangkap Tiga Pemalsu, Niat Terbang dari Bandara Ngurah Rai dengan Surat PCR Palsu

Satreskrim Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus pemalsuan surat PCR. Polisi mengamankan tiga orang saat berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai,

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan bersama jajaran saat merilis kasus pemalsuan Surat PCR, Senin 1 November 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Satreskrim Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus pemalsuan surat PCR.

Polisi mengamankan tiga orang saat berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (29/10) pukul 22.30 Wita dan Minggu (31/10) pukul 08.00 Wita.

Baca juga: Hari Ini Selasa 2 November 2021 Layanan SIM Keliling Polresta Denpasar di Area Parkir Plaza Renon

Baca juga: Antisipasi Dampak La Nina, PUPR Denpasar, Badung, dan BPBD Klungkung Bersihkan Saluran Air

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan melakukan rilis kasus di Mapolresta Denpasar, Senin (1/11), didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, Kasi Humas Iptu I Ketut Sukadi, Kasatgas Covid-19 Bali I Made Rentin dan I Wayan Suberatha selaku Koordinator Substansi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Denpasar.

Jansen menyebutkan, ada dua kejadian dengan tiga tersangka.

Tersangka yang berhasil diungkap masing-masing bernama Lutfi Lanisya (25), perempuan asal Cibodas, Kecamatan Ciamis, Jawa Barat.

Dalam kasus lainnya ditangkap Muhammad Firdaus (25), laki-laki asal Desa Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta dan Anggie Chaerunnisa (26), perempuan asal Desa Condong, Kecamatan Singkawang Tengah, Kalbar.

Lutfi Lanisya diamankan setelah petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Ngurah Rai mencurigai Surat PCR yang dibawa tersangka, Minggu (31/10) pukul 08.00 Wita tidak tervalidasi.

Petugas kemudian meyakinkan kembali mengenai surat yang dibawa Lanisya, namun petugas tetap tidak menemukan validasi atau hasil pemeriksaan dari perempuan cantik itu.

"Dia hendak ke Jakarta, tapi kedapatan membawa dokumen palsu. Hal itu karena petugas tidak melihat adanya bercode pada dokumen tersebut," ujar Kapolresta.

Untuk meyakinkan kembali, petugas mengkonfirmasi pihak RS swasta yang tercantum di surat hasil tes PCR tersebut dan saat itu juga KKP Bandara Ngurah Rai mendapatkan informasi jika Lanisya hanya melakukan tes antigen.

Jansen mengatakan, dokumen yang merupakan persyaratan perjalanan tersebut diduga kuat palsu.

"Petugas kemudian melaporkan kejadian itu kepada Satgas Covid-19 Bandara dan diteruskan ke kami," lanjutnya. Saat diinterogasi, Lanisya akhirnya mengakui perbuatannya dan surat tersebut ia buat setelah mengetahui persyaratan perjalanan ke luar kota harus menyertakan surat PCR.

"Dia ini beli tiket (pesawat) lewat aplikasi lebih dari Rp 1 juta. Tapi ternyata dia tes antigen, bukan PCR. Padahal penerbangan Jawa-Bali pakai PCR. Makanya dia mengedit surat tersebut untuk bisa melancarkan aksinya," tambahnya.

Baca juga: Antisipasi Dampak La Nina, PUPR Denpasar, Badung, dan BPBD Klungkung Bersihkan Saluran Air

Baca juga: Ini Jadwal Hari Raya Hindu Selama Bulan November 2021, Lengkap Beserta Maknanya

Baca juga: Gerombolan Motor Resahkan Warga, Putu HPS Jadi Kasus Pengeroyokan dan Penebasan di Kuta

Jansen menerangkan, tersangka mengedit surat hasil antigen menggunakan handphone lalu mengubah menjadi surat RT PCR.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved