Berita Bali

TERBARU Naik Pesawat Kini Bisa Pakai Antigen, Perubahan Syarat Perjalanan Jawa Bali

TERBARU syarat penumpang pesawat tidak lagi menggunakan hasil tes PCR, tapi bisa menggunakan hasil tes antigen

Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Rizal Fanany
CEK SUHU - Penumpang yang tiba di terminal domestik dicek satu per satu suhu tubuhnya oleh petugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Selasa 10 Maret 2021. TERBARU syarat penumpang pesawat tidak lagi menggunakan hasil tes PCR, tapi bisa menggunakan hasil tes antigen. 

Khususnya bagi penerbangan Jawa-Bali," ujar Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Taufan Yudhistira, saat dihubungi Tribun Bali, Senin.

Baca juga: Syarat Terbaru Perjalanan PPKM Jawa-Bali, Perjalanan Darat Wajib Tunjukan Hasil PCR atau Antigen

Namun pihaknya masih menunggu terbitnya regulasi dari instansi terkait untuk pelaksanaan ketentuan perjalanan pesawat udara Jawa-Bali dapat menggunakan hasil negatif tes antigen.

"Dalam pelaksanaannya mengenai ketentuan itu, kami masih menunggu regulasi dari instansi-instansi terkait. Selama belum terbitnya regulasi baru itu.

Kami akan menerapkan aturan sebelumnya, yakni wajib PCR bagi penumpang masuk maupun keluar Bali," ungkap Taufan.

Instansi terkait yang dimaksud di antaranya adalah Surat Edaran dari Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Instruksi Menteri Dalam Negeri, Surat Edaran Kementerian Perhubungan, dan Surat Edaran dari Pemerintah Daerah.

Taufan mengatakan, sejak 24 Oktober 2021, pengguna moda transportasi udara Jawa-Bali wajib menunjukkan hasil negatif test RT-PCR masih diberlakukan.

Satu minggu periode penerapan ketentuan tersebut (24-31 Oktober) trafik penumpang di Bandara Ngurah Rai menurun.

"Periode 24 Oktober sampai 31 Oktober itu kami melayani penumpang 125.449. Kalau kami bandingkan dengan 16-23 Oktober 2021 pekan sebelumnya, kami melayani 130.738 penumpang. Jika dipersentasekan terdapat penurunan sekitar 9 persen," ujar Taufan.

Penurunan tersebut dimungkinkan karena diperketatnya ketentuan perjalanan orang dalam negeri dari sebelumnya dapat menunjukkan hasil negatif tes antigen.

Lalu diubah wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR, dimana tarif RT-PCR lebih mahal daripada tarif antigen.

Namun mulai tanggal 28 Oktober 2021 lalu, Kementerian Kesehatan menetapkan tarif tertinggi untuk test RT-PCR menjadi Rp 275 ribu (Jawa-Bali) dan Rp 300 ribu (luar Jawa-Bali).

Baca juga: Kapan Penumpang Bisa Gunakan Antigen sebagai Syarat Penerbangan? Ini Kata Pihak Bandara Ngurah Rai

Sehingga dimungkinkan calon penumpang sedikit tidak terlalu keberatan dengan harus melakukan tes RT-PCR sebagai syarat perjalanannya.

Hal tersebut berdampak penurunan trafik penumpang pesawat di Bandara Ngurah Rai tidak terlalu besar.

Pengelola Bandara Ngurah Rai berharap dengan rencana perubahan syarat perjalanan tersebut dapat meningkatkan trafik pergerakan penumpang, baik kedatangan maupun keberangkatan dari Pulau Dewata.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved