Breaking News:

Berita Gianyar

Ditinggal Istri Antar Anak Pulang ke Sibang Kaja, Pria 52 Tahun Ditemukan Meninggal di Tegalalang

Pria berusia 52 tahun tersebut meninggal saat beristirahat di sebuah kosan di Tegalalang usai berjualan di satu tempat.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
polsek Tegalalang
Ditinggal istri antar anak pulang, pria 52 tahun meninggal saat istirahat 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ajal seseorang tidak ada yang tahu kapan akan datang. 

Sama halnya dengan Yuvensius Sagur Rihong yang tinggal di Banjar Lateng, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Pria berusia 52 tahun tersebut meninggal saat beristirahat di sebuah kosan di Tegalalang usai berjualan di satu tempat.

Sebelum meninggal, ia sempat mengeluh tidak enak badan.

Informasi dihimpun, Rabu 3 November 2021, pada Selasa 2 November 2021 sekira Pukul 03.00 Wita, korban bersama istrinya berjualan di Pura Jemeng, Tegalalang.

Baca juga: Hanna Kirana Sebelum Meninggal Miliki Riwayat Penyakit Lambung, Icha: Tidak Pernah Ngeluh Sakit

Baca juga: Selamat Jalan Orang Baik, Hanna Kirana Meninggal Setelah Alami Gagal Jantung

Namun dikarenakan kondisi korban saat itu kurang sehat, sehingga istrinya menyuruh agar istirahat di sebuah rumah kosan yang ada di kawasan  Banjar Bangkiang Sidem, Desa Keliki, Tegallalang. 

Sementara istri korban bersama dua anaknya pulang ke Sibang Kaja.

Setelah beberapa jam, istri korban menjemputnya ke kosan tersebut untuk berjualan lagi.

Namun saat tiba di kosan itu, dan membangunkannya, sang suami telah kaku tidak bernyawa.

Istri korban pun berteriak, lantas didengar oleh warga yang sedang berada di kawasan TKP.

Setelah itu, hal ini pun sampai ke kepolisian. 

Kapolsek Tegalalang, AKP I Ketut Sudita mengatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban, atas informasi tersebut dari pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan mengikhlaskan kematian korban.

Baca juga: Sejumlah KPM di Denpasar Belum Terima Bansos, Dinsos: Meninggal & Pindah yang Sulit Ditindaklanjuti

Baca juga: 2 Oknum Polisi Diduga Jual Amunisi ke KKB Papua - Seorang Balita Meninggal Terkena Serpihan Peluru

Korban diduga meninggal karena sakit. 

"Pihak keluarga tidak mencurigai pihak manapun terkait kematian korban dan menolak permintaan untuk dilakukan otopsi serta tidak akan melakukan penuntutan secara hukum karena pihak keluarga mengetahui korban mengalami sakit gula darah dan mengkonsumsi obat setiap hari," ujar Kapolsek. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved