Breaking News:

Superball

Isu Pengaturan Skor di Kompetisi Sepakbola Indonesia Menyeruak, Oknum Sebut Dua Kali Atur Permainan

Di Liga 3 dan Liga 2, Komite Disiplin (Komdis) PSSI baru saja menghukum lima mantan pemain Perserang Serang dan satu pemain Persic Cilegon.

Editor: Harun Ar Rasyid
PEXELS
ILUSTRASI 

TRIBUN-BALI.COM - Isu pengaturan skor pada kompetisi sepakbola di Indonesia kembali menyeruak. 

Isu ini telah lama membuat geram para suporter sepakbola di Indonesia. 

Di Liga 3 dan Liga 2, Komite Disiplin (Komdis) PSSI baru saja menghukum lima mantan pemain Perserang Serang dan satu pemain Persic Cilegon.

Mereka terbukti melakukan pengaturan skor dan terlibat penyuapan pemain dalam gelaran Liga 2 2021.

Komdis PSSI pun memberikan sanksi bervariasi, mulai dari dengan Rp10-30 juta, serta larangan beraktivitas di sepakbola Indonesia selama 24-60 bulan.

Isu pengaturan skor rupanya juga terdengar santer dari gelaran Liga 1 2021.

Baca juga: Liga 1 Indonesia: Lima Pemain Penting Persipura Cedera, Keuntungan Bagi Bali United?

Kali ini pelakunya bukan pemain, melainkan perangkat pertandingan dan wasit yang memimpin laga.

Kabar itu terungkap setelah acara Mata Najwa yang ditayangkan pada Rabu (3/11/2021) malam WIB menghadirkan seorang perangkat pertandingan berinisial Mr. Y.

Kepada Najwa Shihab, Mr. Y mengaku bahwa dirinya sudah beberapa kali melakukan pengaturan skor dalam gelaran Liga 1 musim ini.

"Untuk yang musim ini, saya dua kali main. Bisa jadi semua pertandingan wasit melakukannya (ikut terlibat)," jawabnya.

Baca juga: Jelang Lawan Bali United, Penginapan Tim Persipura di Jogjakarta Digeruduk, Begini Respon Manajemen

Halaman
123
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved