Berita Buleleng

Loka POM Buleleng Usulkan Puluhan Iklan Obat dan Kosmetik Ditake Down, Ini Alasannya

Namun demikian, pihaknya tetap mencoba melakukan pengawasan dengan memantau iklan-iklan yang tersiar di sosial media.

kompas.com
Ilustrasi. Loka POM Buleleng Usulkan Puluhan Iklan Obat dan Kosmetik Ditake Down 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Loka POM Buleleng telah mengusulkan kepada BPOM RI untuk mencabut ( take down) puluhan iklan kosmetik dan obat-obatan ilegal atau tanpa izin edar yang tersiar di sosial media.

Iklan tersebut di take down karena dinilai menyesatkan konsumen

Kepala Loka POM Buleleng, Made Ery Bahari dikonfirmasi Kamis (4/11/2021) mengatakan, selama pandemi Covid-19, pengawasan terhadap pangan, obat dan kosmetik di lapangan memang terbatas.

Sebab, pihaknya harus mengikuti instruksi Satgas untuk menerapkan Work From Home (WFH).

Baca juga: Termasuk Kecamatan Buleleng & Seririt, Berikut Daftar Kecamatan yang Masuk Zona Merah Rawan Tsunami

Namun demikian, pihaknya tetap mencoba melakukan pengawasan dengan memantau iklan-iklan yang tersiar di sosial media.

Dari pengawasan itu, setiap minggu ada saja iklan dari produk obat-obatan tradisional serta kosmetik yang tidak memiliki izin edar, serta klaimnya berlebihan yang ditemukan oleh pihaknya di sosial media.

Sehingga pihaknya mengusulkan kepada BPOM RI untuk selanjutnya diteruskan kepada Kementerian Kominfo RI, agar iklan-iklan tersebut dapat dicabut.

"Contohnya seperti kosmetik, katanya bisa mengobati kulit seseorang.  Padahal kosmetik itu kan hanya untuk mempercantik penampil. Ada juga obat-obat tradisional yang katanya bisa menyembuhkan Covid-19.

Di iklan-iklan yang tersiar di sosial media itu kami lihat klaimnya berlebihan, sehingga kami take down karena menyesatkan konsumen.

Usulan yang kami kirim ke BPOM RI sudah banyak mencapai puluhan. Setiap minggu ada saja iklan berlebihan atau tidak memiliki izin edar yang kami temukan," ucapnya.

Ery pun tidak menampik, kendati sudah ada beberapa iklan yang di- take down, pihaknya masih juga menemukan adanya produk tanpa izin edar maupun klaim berlebihan yang ditemukan oleh pihaknya di market place sosial media.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih cerdas membeli produk-produk yang aman bagi kesehatan.

"Kendati sudah ada beberapa iklan yang kami take down, tetap saja muncul iklan-iklan yang lain.

Biasanya kalau produk itu sudah di-endorse oleh artis atau orang-orang tertentu, peminatnya memang selalu banyak, sehingga sulit untuk menutup semua iklan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved