Breaking News:

Berita Singaraja

Rumah Ibunda Soekarno dan Masjid Jami' Singaraja Dinyatakan Layak Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Rumah Nyoman Rai Srimben dan Masjid Jami' Singaraja Dinyatakan Layak Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Ratu Ayu Astri Desiani/ Rumah Nyoman Rai Srimben
Ratu Ayu Astri Desiani/ Rumah Nyoman Rai Srimben 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Rumah Nyoman Rai Srimben yang merupakan ibunda presiden pertama RI, serta Masjid Jami' Singaraja dinyatakan oleh Dinas Kebudayaan Bali layak untuk ditetapkan sebagai situs cagar budaya kabupaten.

Pernyataan ini disampaikan dalam sidang yang diselenggarakan di Ruang Rapat Padma Dinas Kebudayaan Bali, pada Rabu kemarin.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, sekitar sebulan yang lalu Tim Ahli Cagar Budaya Disbud Bali telah melalukan verifikasi ke dua lokasi objek yang diusulkan tersebut.

Di mana dari hasil verifikasi itu ada beberapa penyempurnaan yang harus dilakukan oleh Disbud Buleleng, salah satunya terkait deskripsi aspek sejarah dari kedua objek tersebut.

Ratu Ayu Astri Desiani/ Masjid Jami' Singaraja
Ratu Ayu Astri Desiani/ Masjid Jami' Singaraja (Ratu Ayu Astri Desiani/ Masjid Jami' Singaraja)

Baca juga: Setelah Terjatuh dari Motor di Jalan Raya Subak Aban Badung, Tas Ketut Suarmiati Diduga Dicuri Orang

Baca juga: Kepedulian Warga Badung pada Hewan Peliharaannya Meningkat, Pemkab Buka Layanan Mangupura Vet Care

Dari verifikasi itu, pihaknya kata Dody langsung melakukan penyempurnaan, sehingga pada sidang penetapan yang digelar pada Rabu kemarin, kedua objek yang diusulkan itu yakni rumah Nyoman Rai Srimben dan Masjid Jami' Singaraja dinyatakan layak untuk ditetapkan menjadi situs cagar budaya tingkat kabupaten.

Setelah dinyatakan layak, maka dalam waktu dekat kedua objek tersebut dapat ditetapkan sebagai cagar budaya, melalui Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Penetapan cagar budaya ini pun diungkapkan Dody merupakan kali pertama dapat dilakukan oleh Bupati Buleleng. r

"Setelah dua objek ini ditetapkan sebagai cagar budaya, kedepan kami berencana akan melakukan promosi-promosi agar sejarah yang ada di dua objek tersebut dapat diketahui dan dikenal oleh banyak orang," tutupnya. (rtu)

Berita Bulelang Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved