Breaking News:

Berita Tabanan

10 Bulan Hanya Tercatat 14 Kasus, Penerapan Prokes Jadi Faktor Utama Kasus DBD Menurun

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan justru menurun drastis pada tahun 2021 ini jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu.

pixabay.com
Ilustrasi - Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan justru menurun drastis pada tahun 2021 ini jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu.

Hingga Oktober 2021, tercatat hanya terjadi 14 kasus di Tabanan, jika tahun sebelumnya tercatat ada 158 kasus pada tiga bulan pertama tahun 2020 lalu.

Baca juga: Hadiri Pemlaspasan Pura Beji Taman, Bupati Tabanan Apresiasi Semangat Persatuan Warga

Baca juga: Jembatan Vital Kebon Padangan-Munduktemu Tabanan Putus, Aktivitas Perekonomian Warga Terhambat

Meskipun begitu, penyakit endemik di Bali ini harus terus diwaspadai terlebih lagi saat musim hujan tiba.

Masyarakat harus tetap terapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin dengan cara 3M dan tentunya kebersihan lingkungan rumah.

Selain itu, Dinas Kesehatan Tabanan juga sudah mulai melakanakan program ULV atau foging dengan daerah sasaran yang memiliki kasus tinggi pada tahun lalu.

Sedikitnya ada 10 Desa sasaran yang tersebar di Kecamatan Tabanan dan Kediri.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Tabanan, kasus DBD sejak Januari hingga Oktober (10 bulan) di tahun 2021 hanya tercatat sebanyak 14 kasus.

Rinciannya Januari 0 kasus, Februari 3 kasus, Maret 1 kasus, April 0 kasus, Mei 2 kasus, dan Juni 3 kasus.

Kemudian, pada bulan Juli tercatat ada 4 kasus.

Kemudian pada Agustus dan September nihil kasus, terakhir di bulan Oktober tercatat ada 1 kasus DBD

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved