Breaking News:

Berita Buleleng

Loka POM Buleleng Usulkan Puluhan Iklan Obat dan Kosmetik Ilegal di Media Sosial Dicabut

Loka POM Buleleng telah mengusulkan kepada BPOM RI untuk mencabut (take down) puluhan iklan kosmetik dan obat-obatan ilegal di sosial media

Tribun Bali/Rizal Fanany
(FOTO ILUSTRASI TIDAK TERKAIT BERITA) Petugas menunjukkan kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya hasil pengawasan aksi penertiban pasar di Kantor BBPOM Bali, Denpasar, Selasa 11 Desember 2018. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Loka POM Buleleng telah mengusulkan kepada BPOM RI untuk mencabut (take down) puluhan iklan kosmetik dan obat-obatan ilegal atau tanpa izin edar yang tersiar di sosial media. 

Kepala Loka POM Buleleng Made Ery Bahari dikonfirmasi Kamis 4 November 2021 mengatakan.

Selama pandemi Covid-19, pengawasan terhadap pangan, obat, dan kosmetik di lapangan memang terbatas.

Sebab, pihaknya harus mengikuti intruksi satgas untuk menerapkan Work From Home (WFH).

Namun demikian, pihaknya tetap mencoba melakukan pengawasan dengan memantau iklan-iklan yang tersiar di sosial media.

Baca juga: Loka POM Buleleng Temukan Kerupuk Mengandung Boraks di Jembrana

Dari pengawasan itu, setiap minggu ada saja iklan dari produk obat-obatan tradisional serta kosmetik.

Yang tidak memiliki izin edar, serta klaimnya berlebihan yang ditemukan di sosial media.

Sehingga pihaknya mengusulkan kepada BPOM RI untuk selanjutnya diteruskan kepada Kementerian Kominfo RI, agar iklan-iklan tersebut dapat dicabut. 

"Contohnya seperti kosmetik, katanya bisa mengobati kulit seseorang. 

Padahal kosmetik itu kan hanya untuk mempercantik penampil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved