Breaking News:

Sponsored Content

Gubernur Bali Koster Ukir Sejarah, Selesaikan Konflik Agraria di Sumberklampok Buleleng

Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri doa bersama masyarakat Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali

Pemprov Bali
Gubernur Bali Koster Ukir Sejarah, Selesaikan Konflik Agraria di Sumberklampok Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJAGubernur Bali, Wayan Koster menghadiri doa bersama masyarakat Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Acara doa bersama itu sebagai wujud syukur kepada Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya Redistribusi Lahan Eks HGU kepada masyarakat Desa Sumberklampok yang telah menempati lahan tersebut secara turun temurun.

Doa bersama yang berlangsung di Pura Perjuangan, Desa Sumberklampok juga dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, mantan Kakanwil BPN Provinsi Bali, Rudi Rubijaya, hingga Perbekel Desa Sumberklampok, I Wayan Sawitra Yasa, pada Minggu (Redite Paing, Dungulan) 7 November 2021.

Usai melaksanakan persembahyangan Gubernur Bali dalam pidatonya berpesan kepada warga Desa Sumberklampok yang baru saja memperoleh sertifikat hak milik atas tanah, agar bisa memanfaatkan lahan tersebut dengan baik.

Baca juga: Gubernur Koster Pimpin Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSU Bangli

"Jangan digadaikan. Buat lahannya jadi produktif yang mampu memberikan kesejahteraan," pesan Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Gubernur pun menyampaikan rasa syukur karena dengan ketulusan, ketegasan dan butuh keberanian, persoalan tanah di Sumberklampok yang sudah terjadi bertahun-tahun hingga 6 periode di kepemimpinan Gubernur di Bali masih belum tuntas, akhirnya berhasil diselesaikan.

Sebelumnya, masyarakat desa setempat sudah sekian kali melakukan perjuangan ke tingkat pemda serta ke pemerintah pusat, namun selalu menemui jalan buntu.

“Dan ternyata di dalam kepimpinan Saya menjadi Gubernur Bali, bisa terselesaikan,” kata Koster.

Dalam perjuangan itu, Gubernur Bali, Wayan Koster menceritakan bahwa sekitar bulan Agustus tahun 2019, kepala desa, bendesa adat, dan tokoh masyarakat Desa Sumberklampok telah melakukan audiensi menyampaikan aspirasi dan keluh kesah warga yang menginginkan agar tanah yang ditempati dan digarap dapat dimohonkan menjadi hak milik dengan diterbitkannya sertifikat hak atas tanah.

“Pada kesempatan audiensi tersebut, saya mempertimbangkan aspirasi warga tersebut dan meminta waktu untuk mempelajari sejarah serta fakta tanah di Desa Sumberklampok,” ceritanya sembari mengatakan setelah mempelajari dokumen riwayat tanah, dan melakukan pembahasan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, ternyata dapat dipertimbangkan permohonan warga untuk memperoleh hak atas tanah yang ditempati dan digarap melalui kebijakan Reforma Agraria.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved