Breaking News:

Berita Bali

Terjadi Peningkatan, Tiga Hari Terakhir Bandara Ngurah Rai Bali Layani 55.350 Penumpang

periode tanggal 1 - 7 November 2021 sebanyak 114.890 penumpang domestik telah dilayani di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana terminal kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (7/11/2021) kemarin 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Paska ketentuan syarat pelaku perjalanan dalam negeri pada transportasi udara diperlonggar kembali dimana dapat menggunakan hasil tes swab Antigen mulai 3 November 2021 lalu, trafik pergerakan penumpang domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mulai terjadi peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya yang wajib menyertakan tes RT-PCR.

"3 hari akhir pekan (5-8 November 2021) kami di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melayani total 55.350 penumpang, atau rerata harian sebanyak 18.450 penumpang," ujar Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Taufan Yudhistira, Senin (8 November 2021).

Lebih lanjut Taufan mengatakan terjadi peningkatan sebesar 12 persen dari 3 hari akhir pekan sebelumnya (29-31 Oktober 2021), dimana jumlah yang kami layani sebanyak 49.291 penumpang atau rerata harian sebanyak 16.430 penumpang.

Sementara dari data Lalu Lintas Jalur Udara (LLJU) yang didapatkan tribunbali.com, periode tanggal 1 - 7 November 2021 sebanyak 114.890 penumpang domestik telah dilayani di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Baca juga: Periode Oktober 2021, Trafik Penumpang Bandara Ngurah Rai Naik hingga 98 Persen

Jika dirinci, 114.890 penumpang itu tercatat 58.636 penumpang dilayani di terminal kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, dan 56.254 penumpang dilayani di terminal keberangkatan domestik.

Kemudian jika dirata-rata harian dalam sepekan terakhir trafik pergerakan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 16.412 penumpang.

Untuk rerata harian kedatangan selama sepekan terakhir mencapai 8.376 penumpang dan keberangkatan 8.036 penumpang.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam kegiatan Weekly Press Briefing menyampaikan kunjungan wisatawan di Bali terutama kedatangan wisatawan nusantara bergerak kembali ke arah positif.

Sandiaga menambahkan dapat dilaporkan kedatangan pelaku perjalanan dalam negeri di 3 hari berada di kisaran rata-rata di angka 8 ribu kunjungan.

Tanggal 5 November sudah berada di 9.900 kunjungan wisatawan nusantara melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, jika dirata-rata dalam 3 hari terakhir angkanya sudah mencapai 9.500 lebih.

"Berarti ini ada peningkatan sekitar 20 sampai 25 persen diakibatkan perubahan ketentuan dokumen kesehatan testing Covid-19," ungkap Menparekraf Sandiaga Uno.

Karena pandemi bersifat dinamis, maka pemerintah pun terus beradaptasi dengan berbagai kebijakan yang ada.

"Dan Alhamdulillah penyesuaian kebijakan terkait antigen ini disambut positif oleh masyarakat, karena dinilai tidak terlalu memberatkan calon penumpang untuk berpergian. Kita harapkan ini menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," imbuh Menparekraf Sandiaga Uno.

Lebih lanjut Sandiaga menyampaikan bahwa pelanggaran protokol kesehatan di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif secara nasional yang banyak ditemui adalah kerumunan dan juga kelalaian dalam menscan QRCode aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Masa Karantina untuk Wisman Menjadi 3 Hari, Ini Harapan Menparekraf Sandiaga

Untuk kepatuhan pemakaian masker menurut Menparekraf semakin hari semakin baik namun untuk menscan QRCode aplikasi PeduliLindungi dan tingkat kerumunan itu yang perlu kita perbaiki.

Menanggapi hal tersebut, tentu saja kami berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta asosiasi, untuk melakukan pengawasan secara ketat.

Hal ini juga terbantu dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, dimana aplikasi ini dapat mempermudah kami untuk melakukan testing, tracing, dan treatment.

"Kami mendorong para pengelola destinasi wisata dan taman rekreasi disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan aplikasi PeduliLindungi jelang libur natal dan tahun baru 2022 sebagai langkah preventif agar tidak terjadi gelombang COVID-19 selanjutnya," ajak Sandiaga.

Kami mengimbau agar kita sama-sama meyakinkan untuk tetap saling menjaga bangsa ini agar pandemi tidak berkelanjutan, untuk itu perlu kedisiplinan bersama.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi hanya sebagai alat atau tools untuk melakukan testing, tracing, dan treatment.

"Poin utamanya adalah tetap berkomitmen dalam melaksanakan protokol kesehatan oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, pengelola dan pengunjung serta seluruh elemen lainnya," kata Sandiaga Uno.

Kami mengimbau pada libur nataru untuk tidak mengadakan acara atau kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan yang besar.

Event masih tetap bisa dilaksanakan asalkan sesuai dengan panduan yang telah dikeluarkan oleh Kemenparekraf.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved