Breaking News:

Corona di Dunia

Orang yang Tak Divaksin 16 Kali Lebih Berisiko Dirawat atau Meninggal Dunia

Otoritas setempat mendesak warga untuk mendapatkan vaksin saat Australia mulai hidup berdampingan dengan virus corona.

Editor: DionDBPutra
AFP/SAEED KHAN
Orang-orang tiba di lokasi tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal di Sydney Australia, 18 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, SYDNEY - Orang yang tidak disuntik vaksin 16 kali lebih berpeluang dirawat di ruang ICU atau meninggal dunia karena Covid-19.

Demikian menurut laporan negara bagian New South Wales (NSW), Australia.

Otoritas setempat mendesak warga untuk mendapatkan vaksin saat Australia mulai hidup berdampingan dengan virus corona.

Baca juga: Vaksinasi di Payangan Gianyar, Tim Vaksinator Keliling sampai ke Sawah

Baca juga: Penumpang Pesawat dengan Kriteria Ini Masuk Pengecualian, Tak Perlu Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi

Data departemen kesehatan NSW pada Senin malam 8 November 2021 menunjukkan hanya 11 persen dari 412 orang yang meninggal dalam wabah varian Delta selama empat bulan hingga Oktober sudah mendapatkan vaksinasi lengkap.

Usia rata-rata yang meninggal adalah 82 tahun.

Hanya sekitar 3 persen dari pasien ICU yang sudah divaksin lengkap, sementara lebih dari 63 persen dari 61.800 kasus yang terdeteksi antara 16 Juni-7 Oktober 2021 tidak divaksin.

"Orang muda yang menerima dua dosis vaksin mengalami tingkat infeksi yang lebih rendah dan hampir tidak mengalami penyakit serius, sementara mereka yang tidak menerima vaksin pada kelompok usia ini berisiko lebih besar terpapar Covid-19 dan membutuhkan rawat inap," kata pejabat kesehatan NSW Kerry Chant.

Temuan-temuan pada laporan tersebut sesuai dengan data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) yang pada September lalu mengatakan bahwa orang yang tidak divaksin 11 kali lebih berpotensi meninggal karena Covid-19 dibanding mereka yang divaksin lengkap.

Australia sebagian besar masih bebas dari virus corona tahun ini sampai wabah varian Delta sangat menular muncul sejak Juni dan menyebabkan penguncian selama berbulan-bulan di Sydney, Melbourne dan ibu kota Canberra.

Kota-kota yang dilanda pandemi telah melonggarkan pembatasan ketat setelah target vaksinasi mencapai lebih dari 70 dan 80 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved