Breaking News:

Berita Gianyar

Viral Video Mesum Pelajar di Bale Bengong Gianyar, KPPAD Bali: Pemeran Adalah Korban

Pemeran video dewasa berdurasi 13 detik di Bale Bengong Gianyar masih pelajar, KPPAD Bali sebut mereka adalah korban

tangkap layar tribunnnews
ILSUTRASI. Pemeran video dewasa berdurasi 13 detik di Bale Bengong Gianyar masih pelajar, KPPAD Bali sebut mereka adalah korban. 

Terhadap pelaku penyebar dan perekam video tindakan asusila, yang belakangan viral di media sosial.

Laorens membenarkan bahwa artis dalam video berstatus pelajar, dengan usia perempuan 17 tahun dan 16 tahun laki-laki.

Namun dalam hal ini, pihaknya tidak menangkap artis dalam video. Sebab dalam menetapkan si artis sebagai tersangka, itu membutuhkan kajian dari berbagai pihak.

Entah itu dilakukan oleh Badan Pemasyarakatan (Bapas) atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2).

"Artis dalam video ini, masih dalam penyelidikan. Yang jelas kami sampaikan memang betul, adegan itu keduanya merupakan pelajar.

Umur 17 (cewek) dan 16 tahun. Nanti pertanggung jawaban mereka tentu ada penelitian dari Bapas atau P2TP2," ujar Laorens.

Namun ia menegaskan, pihaknya telah mengamankan pelaku perekam dan penyebar video. Dimana dalam hal ini hanya satu tersangka, WA usia 21 tahun.

Baca juga: Penyebar Video Asusila Ditangkap, Ketua KPPAD Bali Sebut Pemeran sebagai Korban

"WA kami amankan di rumahnya di Banjar Apuh, Desa Sebatu, Kecamatan, Tegalalang tadi malam.

Ini sudah ditahan di sini, ancaman kurungan penjara enam tahun atau denda Rp 1 miliar," ujarnya. 

Kata Laorens, kronologis perekaman tersebut bermula saat pelaku keluar dari dalam rumah.

Saat itu ia melihat ada orang mencurigakan di sebuah gudang kosong yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.

Setelah itu dilihat pelajar tersebut melakukan hubungan suami istri, dan pelaku lantas merekamnya.

Awalnya video itu disebarkan di grup WhatsApp anak-anak di kampungnya, dari sana, postingan pun meluas. 

"Lokasi terjadinya tindakan tersebut di gudang kosong. Dan memang di sana kerap menjadi tempat pacaran dan nongkrong anak-anak muda.

Jadi, rumah pelaku ini hanya berjarak 100 meter dari sana. Dimana begitu keluar rumah sudah langsung kelihatan," ungkap Laorens.

AKP Laorens mengimbau agar tidak melakukan tindakan demikian. Dimana, ketika melihat kejadian tersebut, lebih baik ditegur atau diinformasikan ke kelian atau prajuru setempat.

"Kalau ada yang seperti itu, sampaikan ke pihak tertentu. Mungkin kepala lingkungan di wilayah itu agar dilakukan pembinaan.

Teknologi itu sangat bagus. Tapi dalam penggunaan teknologi yang ada, harus dipahami supaya tidak jadi masalah kayak gini," tandasnya.

(*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved