Breaking News:

Corona di Dunia

Rusia Catat Rekor Kematian Tertinggi Akibat Covid-19, Rumah Sakit Kekurangan Oksigen

Satuan tugas Covid-19 pemerintah Rusia juga melaporkan 38.058 kasus baru, termasuk 3.927 kasus di ibu kota Moskow, dalam 24 jam terakhir.

Editor: DionDBPutra
AFP/OLGA MALTSEVA
Seorang wanita berjalan di dekat kafe di Nevsky Prospekt, Saint Petersburg, Selasa 2 November 2021. Pihak berwenang Rusia mengatakan para dokter berada di bawah tekanan luar biasa karena melonjaknya kasus virus corona di negara itu. 

TRIBUN-BALI.COM, MOSKOW - Rusia mengumumkan rekor 1.239 kematian akibat Covid-19 dalam sehari pada Rabu 10 November 2021.

Angka kematian tertinggi itu dilaporkan hanya beberapa hari setelah sebagian besar wilayah membuka kembali tempat-tempat usaha setelah ditutup sepekan untuk menekan penyebaran virus.

Satuan tugas Covid-19 pemerintah Rusia juga melaporkan 38.058 kasus baru, termasuk 3.927 kasus di ibu kota Moskow, dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Presiden Putin Akui Situasi Covid-19 di Rusia Sangat Berat, 1.178 Kematian dalam Sehari

Baca juga: Gadis Ini Kaya Mendadak, Dapat Rp 10 Miliar Berkat Disuntik Vaksin Covid-19

Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko mengatakan di parlemen pada Rabu 10 November 2021 bahwa persediaan oksigen rumah sakit di 12 wilayah Rusia hanya cukup untuk 1-2 hari ke depan kecuali dapat diisi ulang.

Pada saat yang sama, kata dia, sejumlah wilayah mulai melaporkan penurunan kasus dan vaksinasi telah membuahkan hasil karena hanya 3-4 persen warga Rusia yang sudah divaksin, terinfeksi.

"Lebih dari 62 juta orang Rusia telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin Covid-19," kata Murashko.

Prancis wajibkan booster

Dari Paris dilaporkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Selasa 9 November 2021, menyatakan para warga berusia 65 tahun ke atas mulai pertengahan Desember akan diwajibkan untuk menunjukkan bukti sudah mendapatkan vaksin penguat (booster) Covid-19.

Jika bisa menunjukkan bukti itu, mereka akan terus diperbolehkan masuk ke restoran, kereta api, dan pesawat.

Selain itu, dosis penguat atau dosis ketiga, yang selama ini hanya tersedia bagi penduduk usia 65 tahun ke atas dan kalangan yang rentan, mulai awal Desember akan bisa didapatkan oleh kelompok usia 50-64 tahun, kata Macron di televisi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved