Breaking News:

Bali United

Lilipaly Masih "Mandul" di BRI Liga 1 2021-2022, Coach Teco Ungkap Faktor Penyebabnya

Lilipaly Masih "Mandul" Musim Ini, Pelatih Bali United Ungkap Faktor Ini

TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Stefano Lilipaly saat mengikuti latihan rutin di Bali United pada tahun 2020 lalu. Lilipaly kini dikabarkan gabung Persib Bandung. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemain naturalisasi dari Belanda yang saat ini membela Bali United, Stefano Jantje Lilipaly selama gelaran BRI Liga 1 2021-2022 belum membukukan satu gol pun bagi skuat Bali United.

Sebelumnya ia dikenal pemain yang gacor dan haus gol. Dari musim 2017 hingga 2020/2021 ia berhasil mengemas 22 gol dari 69 caps bersama Bali United.

Sang pelatih, Stefano Cugurra mengungkapkan fakta bahwa Fano panggilan akrab Lilipaly, sedang diterpa masalah pribadi sehingga mengganggu performanya yang menyebabkan kurang optimal dalam berlatih maupun bermain bagi tim.

"Ada beberapa pemain tahun ini termasuk Fano, punya banyak masalah pribadi. Waktu punya masalah pribadi mereka tidak ikut latihan tidak bisa main. Ini pasti ganggu tim waktu untuk tim tidak maksimal," ujar Coach Teco kepada Tribun Bali, Kamis 11 November 2021

Stefano Lilipaly, bergabung dengan tim Bali United saat menggelar latihan di Stadion Banteng, Seminyak, Jumat 12 Maret 2021.
Stefano Lilipaly, bergabung dengan tim Bali United saat menggelar latihan di Stadion Banteng, Seminyak, Jumat 12 Maret 2021. (TRIBUN BALI/RIZAL FANANY)

Kendati demikian, Coach Teco menilai, pemain berusia 31 tahun dengan nomor punggung 10 itu memiliki peran vital dalam tim. Fano mampu memberikan kontribusi saat diplot di posisi penyerang maupun gelandang.

"Fano bisa main di depan atau di tengah. Kita lihat tim butuh apa buat dia bisa bantu tim. Dia berlatih di berapa posisi, seperti tahun-tahun sebelumnya dia sudah main sebagai gelandang serang atau di depan," ujarnya.

Coach Teco terus meracik strategi untuk menampilkan performa yang terbaik untuk skuat Serdadu Tridatu, terkadang Coach Teco harus bongkar pasang pemain, seperti bergantian memainkan Fano, Eber Bessa, Rizky Pellu, dan Kadek Agung Widnyana sebagai gelandang serang.

"Beberapa pertandingan terakhir kami hanya memiliki 3 hari main. Pasti kami lihat kondisi fisik buat pilih pemain bisa inti atau harus cadangan, faktor cedera atau punya masalah pribadi, juga ada waktu pemain tidak main atau cadangan," bebernya.

Ia menilai, gelandang baru rekrutan Bali United asal Brasil, Eber Bessa sudah mampu beradaptasi dengan gaya permainan Bali United maupun Liga Indonesia.

Coach Teco, kedepan dalam menghadapi seri ketiga Liga 1 bersama anak asuhnya fokus membukukan gol yang lebih banyak lagi memaksimalkan peluang demi peluang yang diciptakan.

Pelatih asal Brasil ini telah menargetkan anak asuhnya untuk selalu menampilkan permainan terbaik dan meraih poin maksimal di tiap laga.

"Di setiap pertandingan kami punya beberapa peluang. Kami harus lebih konsentrasi buat cetak gol lebih banyak," pungkasnya.(*)

Berita Superball Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved