Breaking News:

Sponsored Content

Sukses Dorong Produktivitas, Pendapatan PT PLN (Persero) Naik Menjadi Rp 212,8 Triliun

PT PLN (Persero) berhasil mencetak kinerja positif hingga kuartal III-2021 dengan membukukan pendapatan

Editor: Karsiani Putri
Istimewa
PT PLN (Persero) berhasil mencetak kinerja positif hingga kuartal III-2021 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 212,8 triliun (unaudited) atau naik 4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebesar Rp 204,7 triliun. 

TRIBUN-BALI.COM- Di tengah momen perbaikan ekonomi pasca pandemi Covid-19, PT PLN (Persero) berhasil mencetak kinerja positif hingga kuartal III-2021 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 212,8 triliun (unaudited), atau naik 4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebesar Rp 204,7 triliun.

Baca juga: KPS Tukad Wang Biga Pemogan Denpasar Sulap Sungai Kotor Jadi Indah

Baca juga: Jelang Galungan, PLN Ingatkan Warga Bali Soal Pasang Penjor yang Aman Agar Tak Ganggu Aliran Listrik

Baca juga: Begini Cara Klaim dan Cek Subsidi Listrik PLN November 2021, Diskon 50 Persen

 
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Agung Murdifi menuturkan, pencapaian kinerja positif perseroan ini ditunjang sejumlah langkah inovasi dan efisiensi yang dijalankan perusahaan melalui program transformasi PLN.

Hal ini membuat PLN sukses meningkatkan penjualan tenaga listrik dan menjaga Beban Pokok Penyediaan (BPP) tetap stabil.

Ditambah faktor eksternal berupa apresiasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing seiring dengan membaiknya perekonomian nasional.

"Sejumlah strategi perseroan untuk meningkatkan penjualan tenaga listrik dan efisiensi operasional terbukti mampu mengerek kinerja perseroan pada triwulan III-2021," ungkap Agung.

Dari sisi BPP tenaga listrik, keberhasilan efisiensi dengan program transformasi yang dijalankan PLN sejak awal 2020 juga memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Realisasi BPP triwulan III-2021 menurun sebesar 1 persen atau setara dengan Rp10 per kilo Watt hour (kWh), dari semula sebesar Rp 1.355 per kWh di triwulan-III 2020 menjadi Rp 1.345 per kWh.

Hadirnya program intensifikasi dan ekstensifikasi penjualan yang dilakukan korporasi mampu memacu peningkatan penjualan energi sebesar 8 juta kWh.

Tak hanya itu saja, perseroan juga mencatat ada penambahan jumlah pelanggan sebesar 3,6 juta pelanggan sampai dengan akhir September 2021.

Agung menyebutkan, strategi intensifikasi dilakukan dengan mendorong penggunaan listrik pelanggan untuk kegiatan produktif.

Langkah ini dilakukan PLN melalui rangkaian program bundling dan promo tambah daya.

PLN juga mendorong penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle, seperti mendorong ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai dan penggunaan kompor induksi.

Baca juga: Diluncurkan Oktober 2020, Kini 1.087 Pelaku Usaha Nikmati Program Electrifying Agriculture PLN

Baca juga: Peringati Hari Listrik Nasional ke-76, PLN Bantu Sambung Listrik Gratis Ribuan Rumah di Bali

Di samping itu, strategi ekstensifikasi yaitu meningkatkan jumlah pelanggan PLN.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved