Breaking News:

Berita Denpasar

Terkait Video Asusila Pelajar di Gianyar, Pemerhati Anak Sebut Ada Pengaruh Medsos hingga Lingkungan

Terkait video mesum pelajar di Gianyar, pemerhati anak sebut ada pengaruh medsos hingga lingkungan

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Pemerhati anak di Bali, Siti Sapurah alias Ipung, saat ditemui Tribun Bali untuk dimintai pandangannya tentang kasus viral video mesum pelajar di Gianyar. 

Ia mengatakan, viralnya bisa berdampak negatif terhadap anak-anak dan remaja.

Rasa penasaran bisa mendorong mereka untuk melihatnya, bahkan lebih jauh lagi bisa penasaran untuk melakukan hal serupa.

"Sekarang anak-anak tercemar oleh media sosial. Jadi tidak bisa semata mereka disalahkan.

Anak seperti selembar kertas putih. Jika diberi tinta merah, atau warna apapun, dia akan mengikuti," terang Ipung.

"Dia tidak akan menjadi rusak jika dia tidak dicemari orang dewasa di sekelilingnya.

Baca juga: Sebar Video Asusila Pelajar di Grup WA, Pemuda Tegalalang Ditahan Polres Gianyar, Terancam 6 Tahun

Negara harus hadir di sini, seperti diatur dalam undang-undang perlindungan anak.

Jangan sampai undang-undang ini tidak bisa melakukan apa-apa," ungkapnya.

Ipung menyebut, di P2TP2A di masing-masing daerah sudah ada bagian yang dapat menangani persoalan-persoalan seperti itu.

P2TP2A juga harus bisa mendampingi anak-anak di bawah umur yang telah menjadi korban, bukan menjadi pelaku dalam kasus kriminal yang mereka lakukan.

"Mereka ini korban, bukan pelaku. Beri mereka pendampingan secara psikologis untuk bisa memperbaiki psikis dan moralnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved