Breaking News:

Berita Tabanan

DLH Tabanan Usulkan Tenaga Penyuluh Lingkungan Tiap Kecamatan dan Penyuluh Sampah Tiap Desa

DLH) Tabanan kembali mengusulkan tenaga penyuluh lingkungan di 10 Kecamatan dan tenaga penyuluh sampah di 133 Desa yang ada di Kabupaten Tabanan

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Tumpukan sampah di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, belum lama ini. DLH Tabanan Bakal Sebar 133 Penyuluh Sampah di Tiap Desa? 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan kembali mengusulkan tenaga penyuluh lingkungan di 10 Kecamatan dan tenaga penyuluh sampah di 133 Desa yang ada di Kabupaten Tabanan kepada Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.

Tenaga tersebut nantinya akan bertugas melakukan sosialisasi, penyuluhan serta pelaksanaan pengolahan sampah di setiap desa.

Selain itu, pihak penyuluh ini akan bertugas sebagai penyalur dari program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan. 

"Untuk penyuluh lingkungan itu minimal ada satu orang di satu kecamatan. Jadi nanti tugasnya itu sebagai penyambung dari program-program yang dilakukan oleh Pemkab Tabanan. Kemudian juga akan melakukan monitoring dan juga menyerap aspirasi dari masyarakat Tabanan terkait penanganan sampah di seluruh wilayah yang ada," kata Kepala DLH Tabanan, I Made Subagia Kamis 11 November 2021. 

Dia melanjutkan, hanya saja usulan untuk petugas penyuluh ini masih belum bisa terealisasi.

Padahal tugas dari para penyuluh ini nantinya untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di Kabupaten Tabanan.

Baca juga: Volume Sampah Saat Hari Raya Galungan di Denpasar Meningkat 150 Ton

Baca juga: Preman AC Milan Dimasukkan ke Tong Sampah oleh Ibrahimovic, Bek Ini Langsung Terbahak

Apalagi di TPA Mandung Kecamatan Kerambitan kondisinya cukup memprihatinkan. 

Sehingga, kata dia, dengan penyuluh nantinya akan disosialisasikan program pengelolaan sampah kepada masyarakat agar permasalahan sampah bisa ditangani secara bersama-sama.

Sebab, merubah perilaku atau sikap dan mental masyarakat untuk bijak dalam penanganan sampah adalah tugas yang aangat berat.

"Yang terpenting sebenarnya adalah mengajak masyarakat untuk sadar dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Jika sudah melaksanakan pengelolaan secara mandiri, praktis penanganan sampah di Tabanan ini akan bisa dilakukan," jelasnya. 

Disinggung mengenai adanya petugas atau Tim Kerta Bali Sejahtera (KBS) yang fokus melakukan sosialisasi dalam pengelolaan sampah, Subagia mengaku pihaknya sangat mengapresiasi.

Sebab, keberadaan tim ini sejauh ini sudah melakukan pendampingan kepada desa-desa yang memerlukan arahan untuk sistem pengelolaan sampah. 

"Dengan adanya tim dari Pemprov Bali yang getol untuk melaksanakan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019 tentang sampah akan sangat terbantu. Artinya siapapun bisa berdiskusi dan meminta masukan tentang solusi pengelolaan sampah berbasis sumber ini atau pengelolaan sampah secara mandiri di masyarakat," tandasnya. 

Sebelumnya, Kiriman sampah ke TPA Mandung di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan mencapai 100 ton per harinya.

Dengan kondisi tersebut, kemungkinan saja TPA yang sudah overload ini hanya mampu menampung sampah kirimian dalam waktu maksimal 2 tahun lagi.

Baca juga: Limbah Infus di Dekat Pasar, Selatan Peken Galiran Klungkung Kumuh oleh Sampah

Baca juga: TOSS Center di Klungkung Perlu Tambahan Mesin Pengolah Sampah, Pemkab Usulkan Pengadaan ke KemenPUPR

Hingga saat ini, masih belum jelas solusi apa yang akan dilakukan Pemkab Tabanan.

"Kiriman sampah perharinya sampai 100 ton ke TPA Mandung. Itu kiriman dari 7 desa layanan dan 22 desa mandiri," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia mendampingi Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya mengulas soal tata kelola sampah di Tabanan, Sabtu 6 Nopember 2021.

Dia melanjutkan, luas TPA Mandung yang hanya 2,75 Hektare ini kemungkinan hanya akan bertahan dalam waktu 1-2 tahun saja.

Mengingat kiriman sampah setiap harinya yang cukup banyak.

Selain itu, pengolahan sampah di Tabanan ini sebenarnya memerlukan alat pemusnah sampah incinerator. Hanya saja masih perlu kajian yang matang.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved