Breaking News:

Vaksinasi

Angela Merkel Minta Warga Jerman yang Tak Mau Divaksin Pikirkan Lagi Keputusannya

Hal itu disampaikan Merkel melalui pesan video pada Sabtu 13 November 2021 saat tingkat insidensi Covid-19 di Jerman naik ke level tertinggi.

Editor: DionDBPutra
AFP/LUDOVIC MARIN
Kanselir Jerman Angela Merkel tiba di Paris pada 12 November 2021 untuk mengikuti Konferensi Internasional tentang Libya. Merkel minta warganya agar mau divaksin. 

TRIBUN-BALI.COM, BERLIN - Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak warga yang tidak divaksin Covid-19 agar memikirkan lagi keputusan mereka.

Hal itu disampaikan Merkel melalui pesan video pada Sabtu 13 November 2021 saat tingkat insidensi Covid-19 di Jerman selama sepekan naik ke level tertinggi sejak awal pandemi.

"Minggu-minggu yang berat terbentang di depan kami dan anda dapat melihat bahwa saya khawatir sekali," kata Merkel.

Baca juga: Viral Video Polisi Jerman Tilang Sopir Mobil karena Memotret Kecelakaan: Anda Memalukan

Baca juga: 10 Negara di Eropa Masuk Kategori Kekhawatiran Tinggi Penyebaran Covid-19

"Saya mendesak semua orang yang belum divaksin: tolong pikirkan kembali."

Tingkat insidensi Covid-19 Jerman selama sepekan - jumlah orang per 100.000 yang terinfeksi selama sepekan - naik menjadi 277,4 pada Sabtu 13 November 2021.

Demikian menurut data Institut Robert Koch.

Rekor dalam gelombang ketiga pandemi Desember lalu sebesar 197,6.

Pemerintah federal dan para pemimpin dari 16 negara bagian Jerman akan menggelar pertemuan pekan depan guna membahas langkah-langkah pengetatan, meski tiga pihak yang berunding untuk membentuk pemerintahan baru telah sepakat membiarkan status darurat yang diberlakukan sejak awal pandemi berakhir pada 25 November sesuai rencana.

"Selalu membantu kami ketika negara-negara bagian dan pemerintah federal bekerja sama dan komitmen terhadap aturan yang sama," kata Merkel.

Eropa kembali menjadi pusat pandemi, memicu sejumlah pemerintah untuk mempertimbangkan kembali penguncian menjelang Natal sekaligus memunculkan perdebatan soal apakah vaksin saja cukup untuk menaklukkan virus corona.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved