Breaking News:

Berita Internasional

Demo Anti-Kudeta di Sudan Ricuh, Seorang Demonstran Tewas Ditembak Pasukan Keamanan

"Satu pengunjuk rasa tewas di Omdurman oleh peluru militer putschist (pengambil alih kekuasaan)," kata Komite Sentral untuk Dokter Sudan yang dikutip

AFP
Militer Sudan mengwasi pendemo dan menjaga rumah sakit militer dan pemerintahan 

TRIBUN-BALI.COM - Seorang pedemo anti-kudeta Sudan tewas ditembak pasukan keamanan di Omdurman, pada Sabtu (13/11/2021).

"Satu pengunjuk rasa tewas di Omdurman oleh peluru militer putschist (pengambil alih kekuasaan)," kata Komite Sentral untuk Dokter Sudan yang dikutip AFP.

Mereka menambahkan, ada beberapa korban lain yang terluka oleh peluru tajam yang ditembakkan oleh pasukan keamanan.

Pasukan keamanan Sudan pada Sabtu juga menembakkan gas air mata ke ribuan demonstran anti-kudeta di seluruh negeri, dua hari setelah militer berusaha memperkuat cengkeramannya dengan membentuk dewan penguasa baru.

Baca juga: Panglima Militer Sudan Pecat Enam Dubes Termasuk untuk Amerika Serikat dan China

Demo pro-demokrasi pecah hampir tiga minggu setelah jenderal tinggi Abdel Fattah Al-Burhan menggulingkan pemerintahan sipil dan menahan para pimpinannya, serta menyatakan keadaan darurat.

“Puluhan orang berkumpul serta berteriak menentang kekuasaan militer dan rmaai-ramai bertemu demonstrasi lainnya,” kata Mohieddine Hassan, saksi dari distrik Al-Shajarah di Khartoum.

"Tidak, tidak untuk aturan militer", "(Pemerintahan) sipil adalah pilihan rakyat", dan "Turunkan seluruh dewan", teriak para pedemo anti-kudeta Sudan di Khartoum.

Terlepas dari gangguan jaringan komunikasi, ratusan orang juga berkumpul di kota kembar Omdurman, lokasi polisi membubarkan pengunjuk rasa dengan gas air mata, kata saksi dan koresponden AFP di sana.

Pasukan keamanan juga menembakkan gas air mata ke beberapa demonstrasi di Khartoum kemudian mengejar pengunjuk rasa, menurut para saksi mata.

Demonstrasi lain pecah di kota Wad Madani di selatan, serta di kota Port Sudan dan negara bagian Kassala di timur, kata saksi mata.

Kudeta Sudan oleh militer pada 25 Oktober mengundang kecaman internasional, seperti halnya tindakan keras yang mematikan terhadap para pedemo di jalan yang menuntut dipulihkannya transisi demokrasi negara itu.

Namun, harapan para demonstran bahwa militer akan mundur pupus pada Kamis (11/11/2021), ketika Burhan menyebut dirinya sebagai kepala Dewan Berdaulat baru yang berkuasa dan tidak melibatkan blok sipil utama Sudan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demo Anti-Kudeta Sudan Ricuh, 1 Demonstran Tewas Ditembak Pasukan Keamanan",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved