Breaking News:

Berita Klungkung

Kejari Klungkung Periksa Tersangka Pekan Depan, Bidik Keterlibatan Pihak Lain Kasus BUMDes Besan

Kejaksaan Negeri Klungkung membidik tersangka baru dalam kasus dugaan penyelewengan uang BUMDes Kertha Jaya Besan

Eka Mita Suputra
Kajari Klungkung Shirley Manutede bersama dengan Kasi Intel Erfandy Kurnia dan Kasi Pidsus Bintarno saat ditemui di Kejari Klungkung - Kejari Klungkung Periksa Tersangka Pekan Depan, Bidik Keterlibatan Pihak Lain Kasus BUMDes Besan 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kejaksaan Negeri Klungkung membidik tersangka baru dalam kasus dugaan penyelewengan uang BUMDes Kertha Jaya Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali.

Kejari telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka, I Komang NS (29) pekan depan.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klungkung, Erfandy Kurnia menjelaskan, pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan tingkat penyidikan.

Pemeriksaan akan dilakukan terhadap pihak-pihak terkait kasus dugaan penyelewengan uang di BUMDes Besan, termasuk tersangka Komang NS yang belum ditahan.

Baca juga: 9 Tahun Buron Karena Kasus Korupsi, DPO Kejati Papua Berhasil Diamankan di Gianyar Bali

"Sejauh ini tersangka masih kooperatif. Semoga tersangka bisa memperlancar pengungkapan kasusnya," ujar Erfandy Kurnia saat dikonfirmasi, Jumat 12 November 2021.

Sementara untuk nama-nama yang akan diperiksa, pihaknya belum bisa mengumumkannya secara detail.

"Nama-nama yang diperiksa, nanti saat pemeriksaan oleh Kasi Pidsus pasti diinformasikan," jelasnya.

Erfandy Kurnia tidak mengungkapkan membidik tersangka lain dalam kasus yang merugikan negara sekitar Rp 650 juta tersebut.

Kasus ini pun masih terus didalami untuk menemukan bukti-bukti baru.

"Logika saja, uang sebanyak itu apakah digunakan sendiri atau ada pihak lain yang ikut menikmati dan terlibat. Nanti kami gali di penyidikan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Klungkung menetapkan Komang NS sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan uang di BUMDes Kertha Jaya Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Jumat 29 Oktober 2021 lalu.

Baca juga: 2 Tersangka Korupsi Air Tangki Ditahan di Bali, Sita Uang Hasil Kejahatan LPD Ped Rp 457 Juta

Tersangka merupakan mantan bendahara di BUMDes Desa Besan, yang diduga melakukan penyelewengan dana BUMDes dengan cara membuat kredit fiktif simpan pinjam BUMDes.

Selain itu tidak menyetorkan dana pembayaran pinjaman yang dititipkan oleh debitur kepada tersangka dan tidak menyetorkan uang hasil usaha Toko BUMDes Kertha Jaya sehingga diestimasikan merugikan negara sekitar Rp 650 juta. (*).

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved