Breaking News:

Berita Bali

Anggota Komisi XI DPR Dukung Usul Gubernur Bali Agar Karantina Wisman Hanya 1 Hari

Ditemui di Buleleng, Senin 15 November 2021, Kariyasa mengatakan ia telah menyampaikan usulan gubernur itu kepada pemerintah pusat.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: DionDBPutra
TRIBUN BALI/RATU AYU ASTRI DESIANI
Anggota Komisi XI DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Permintaan Gubernur Bali Wayan Koster agar masa karantina bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali hanya satu hari mendapat dukungan dari Anggota Komisi XI DPR I Ketut Kariyasa Adnyana.

Ditemui di Buleleng, Senin 15 November 2021, Kariyasa mengatakan ia telah menyampaikan usulan gubernur itu kepada pemerintah pusat.

Usulan tersebut, kata Kariyasa, masih dipertimbangkan pemerintah pusat. Karantina diperlukan agar tidak terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bali.

Baca juga: Senada dengan Parta, Koster Minta Pemerintah Pusat Cabut Kebijakan Karantina 3 Hari Wisman ke Bali

Baca juga: Masa Karantina untuk Wisman Menjadi 3 Hari, Ini Harapan Menparekraf Sandiaga

"Usulan sudah kami sampaikan kepada Satgas nasional. Awalnya Gubernur ingin wisman yang sudah divaksin dan tes PCR-nya negatif, tidak perlu lagi karantina. Lebih ekstrem lagi itu. Pemerintah pusat masih mempertimbangkan karena dikhawatirkan terjadi lonjakan kasus apabila karantina wisman ini dilonggarkan. Terlebih di Bali kan akan ada event-event nasional dan internasional," ujarnya.

Terkait petunjuk teknis vaksinasi untuk anak usia 6 hingga 12 tahun, Kariyasa juga mengaku telah mendorong Kementerian Kesehatan RI untuk segera mengeluarkannya.

"Vaksin untuk anak itu juga sangat efektif untuk pengendalian Covid. Meski tertular Covid-19 tapi gejalanya tidak sampai parah kecuali punya komorbid," tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, walaupun penerbangan internasional telah dibuka pemerintah pusat, tetapi hingga saat ini masih belum ada wisatawan mancanegara yang datang ke Bali.

Oleh sebab itu, Gubernur Bali, Wayan Koster meminta pemerintah pusat untuk kembali mengevaluasi kebijakan syarat masuk ke Bali tersebut.

Bahkan, Koster meminta agar kebijakan karantina wisman dicabut oleh pemerintah pusat. Menurut Koster, sebetulnya persyaratan vaksin lengkap dan hasil negatif RT-PCR sudah cukup bagi para wisman yang akan datang ke Bali.

"Pertama, kan syaratnya itu vaksin (dosis) lengkap. Kedua, PCR, ya sebenarnya sudah aman. Kalau sudah gitu sebenarnya sih harapan kita enggak perlu lagi karantina," kata Koster di Gedung Jayasabha Rumah Dinas Jabatan Gubernur Bali, Kamis 11 November 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved