Breaking News:

Berita Bali

Seorang Anak di Gianyar Tewas Saat Ngelawang Barong, Komang Gases: Ngelawang Harus Tetap Diawasi

Adanya kejadian anak yang meninggal tertabrak motor saat ngelawang barong di Kabupaten Gianyar, menjadi pukulan berat bagi dunia seni budaya di Bali

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
ILUSTRASI Foto Tidak Terkait Berita. Anak-anak TK di Klungkung menampilkan atraksi ngelawang di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu 20 Januari 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Adanya kejadian anak yang meninggal tertabrak motor saat ngelawang barong di Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi pukulan berat bagi dunia seni budaya di Bali.

Tentu saja ini menjadi duka semua orang, khususnya orangtua dan keluarga korban. 

Dekan FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Komang Indra Wirawan turut mendengar kabar pilu ini. 

"Jikalau ada anak sampai meninggal saat ngelawang ini, kemungkinan salah satu keteledoran pada saat acara ngelawang nika terjadi," sebutnya Senin 15 November 2021 kepada Tribun Bali.

Baca juga: Ngelawang Barong, Bocah 12 Tahun Tewas Tertabrak Motor di Gianyar, Teman-temannya Lari Ketakutan

Namun pria yang akrab disapa Komang Gases ini, pula menjelaskan, kejadian naas tersebut tentu kembali lagi kepada faktor karma masing-masing orang.

Karma bagaimana seseorang akhirnya harus berpulang (meninggal) ke hadapan Tuhan.

Baik itu melalui mati karena sakit, mati karena usia, salah pati, maupun ulah pati.

"Oleh sebab itu perlu dibuatkan upakara agar anak tersebut mendapat tempat yang layak," tegas dosen yang juga seniman dan budayawan ini. 

Komang Gases mengatakan, makna ngelawang adalah berasal dari kata lawang yang artinya pintu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved