Breaking News:

Berita Gianyar

Tekad I Ketut Purnama Lahirkan Petinju Dunia, Beternak Kambing untuk Biayai Sasana Tinju di Gianyar

membiayai pelatihan tinju di saat kantung menipis digerogoti pandemi, bukan hal mudah.

Penulis: Sunarko | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa/Sunarko
I Ketut Purnama bersama atlit tinju binaannya di sasana Wake Boxing Camp - Tekad I Ketut Purnama Lahirkan Petinju Dunia, Beternak Kambing untuk Biayai Sasana Tinju di Gianyar 

Para petinju harus berlatih rutin setiap hari.

Ia pun mencari sumber pemasukan untuk jangka menengah dan jangka panjang. Dari hasil pemikiran, ia terinspirasi menjadi peternak kambing.

"Dari sejumlah kejadian, pariwisata seringkali terguncang. Saat pandemi, usaha pariwisata betul-betul mati. Saya ingin ada usaha yang berjalan dan menghasilkan pemasukan rutin karena sasana tinju itu harus hidup bertahun-tahun agar menghasilkan juara. Ternak kambing memiliki peluang besar dalam jangka menengah dan jangka panjang," papar I Ketut Purnama.

I Ketut Purnama lalu merogoh tabungannya termasuk mencairkan asuransi.

Ia dalam tahap pertama mendatangkan 10 biang kambing dan disusul 50 berikutnya.

Kambing didatangkan dari Purbalingga Jawa Tengah.

Bersama sejumlah petinjunya, ia belajar beternak kambing.

Kandang kambing ia dirikan di tengah sawah berjarak sekitar 300 meter dari sasana tinju.

Untuk peternakan kambingnya, ia memberi nama Wake Farm House.

Setelah setahun berjalan, 60 kambing tersebut beranak pinak hingga saat ini menjadi 125 ekor kambing.

"Setidaknya setelah berjumlah 1.000 kambing, keuntungan sudah mulai didapat untuk membantu membiayai sasana, petinju, dan pelatihan," ujar pria beranak empat ini.

I Ketut Purnama mengakui ternak kambing bukan persoalan mudah.

Penyediaan pakan adalah hal paling berat, sebesar 80 persen biaya ternak kambing adalah di bagian pakan kambing.

Ia lalu menyewa sawah untuk ditanami jagung.

Daun jagungnya dimanfaatkan untuk pakan kambing setelah terlebih dulu difermentasi.

Semuanya ia lakukan bersama para petinjunya.

Mereka di sela-sela latihan tinju, memiliki kegiatan membuat pakan dan memberi makan kambing.

Dengan ternak kambing yang terus beranak pinak, I Ketut Purnama mulai bisa tersenyum.

Tekadnya untuk melahirkan juara dunia tinju hingga tingkat dunia, menemukan jalan.(*/sunarko)

I Ketut Purnama di Gianyar, Bali
I Ketut Purnama di Gianyar, Bali (Istimewa/Sunarko)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved