Breaking News:

Berita Buleleng

Proyek Shortcut Hanya Libatkan 2 Tenaga Kerja Lokal,Perbekel Desa Gitgit Akan Adukan ke Pemprov Bali

Namun nyatanya hingga saat ini baru dua warga lokal di Desa Gitgit yang dipekerjakan dalam mega proyek senilai Rp 145.5 Miliar itu

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Suasana pembangunan shortcut titik 7A, 7B, 7C dan titik 8 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Proyek pembangunan shortcut atau jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani titik 7A, 7B, 7C dan titik 8 telah dimulai sejak September lalu.

Namun nyatanya hingga saat ini baru dua warga lokal di Desa Gitgit yang dipekerjakan dalam mega proyek senilai Rp 145.5 Miliar itu.

Perbekel Desa Gitgit I Putu Arcana ditemui Selasa kemarin mengatakan, baru ada dua warga di Desa Gitgit yang diajak oleh pemenang tender untuk bekerja di proyek shortcut.

Dua warganya itu bekerja sebagai waker serta tenaga lapangan yang mengatur lalu lintas.

Baca juga: Terkait Dugaan Gratifikasi dan TPPU, Eks Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka Dilimpahkan

Arcana pun mengaku kecewa dengan kondisi ini. Pasalnya, saat acara peletakan batu pertama pada Kamis (2/9/2021) lalu, Gubernur Bali Wayan Koster sempat menyebutkan jika pembangunan shortcut ini akan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar, dengan melibatkan warga lokal sebagai pekerjanya.

"Ternyata setelah pembangunan dimulai, pekerjanya sebagian besar dari Jawa. Warga kami hanya dua orang yang dilibatkan.

Padahal Pak Gubernur sempat berpesan kepada pihak rekanan yang menggarap proyek ini, agar pekerja yang dilibatkan adalah warga lokal," keluhnya.

Atas kondisi ini, Arcana mengaku sudah sempat mendesak agar warganya ikut dipekerjakan dalam proyek tersebut.

Namun desakan itu hanya sebatas ia sampaikan kepada mandor-mandor yang ia temui di lokasi proyek.

Itu lah sebabnya mengapa keluhan tersebut  hingga saat ini belum ditindaklanjuti.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved