Berita Bali

Terkait Dugaan Gratifikasi dan TPPU, Eks Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka Dilimpahkan

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali telah melakukan pelimpahan terhadap eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Dewa Ketut Puspaka

Tribun Bali/Putu Candra
Mengenakan rompi tahanan, Puspaka menjalani pelimpahan dari penyidik Kejati Bali ke JPU Kejati Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali telah melakukan pelimpahan terhadap eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Dewa Ketut Puspaka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Puspaka ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi pembangunan Bandara Bali Utara, Buleleng, pengurusan izin pembangunan Terminal Penerima LNG Celukan Bawang dan penyewaan lahan tanah Desa Yeh Sanih.

Juga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait penerimaan tersebut.

Disinyalir tersangka menerima uang gratifikasi senilai Rp16 miliar.

Baca juga: Terkait Dugaan Gratifikasi & TPPU, Eks Sekda Buleleng Diperiksa sebagai Tersangka di Rutan Kerobokan

"Penyidik Kejaksaan Tinggi Bali telah menyerahkan tanggung jawab tersangka DKP dan barang bukti kepada penuntut umum," terang Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum dan Humas) Kejati Bali, A Luga Harlianto, Selasa 16 November 2021.

Lebih lanjut dijelaskan Luga, setelah melakukan penelitian terhadap tersangka serta barang bukti, JPU melakukan penahanan di Rutan Kerobokan.

Puspaka ditahan oleh JPU terhitung sejak tanggal 15 November 2021 hingga 20 hari ke depan. Sebelumnya tersangka telah dilakukan penahanan di tahap penyidikan sejak tanggal 18 Oktober 2021. 

Baca juga: Mantan Sekda Buleleng Ditahan, Terkait Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU

"Tersangka DKP didampingi penasihat hukum pada saat penyerahan tersangka dan barang bukti ke penuntut umum. Barang bukti yang diserahkan ke penuntut umum sejumlah 192 barang bukti yang didominasi dalam bentuk dokumen," ungkap mantan Kacabjari Nusa Penida, Klungkung ini. 

Selanjutnya JPU akan melakukan pelimpahan perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Denpasar.

Ketua Tim JPU yaitu Agus Purnomo, selaku Asisten Bidang Pidana Khusus Kejati Bali

Diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini Puspaka saat menjabat sebagai Sekda Buleleng diduga telah menerima gratifikasi pembangunan Bandara Bali Utara, Buleleng tahun 2018.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kejati Bali Tetapkan Eks Sekda Buleleng Tersangka Terkait Dugaan Gratifikasi

Gratifikasi diterima tersangka dari beberapa orang dalam rangka membantu mempercepat pengurusan ijin pembangunan Bandara Bali Utara di pusat.

Puspaka juga diduga telah menerima gratifikasi dalam pengurusan Ijin pembangunan terminal penerima LNG Celukan Bawang dari Perusahaan.

Pula, menerima gratifikasi terkait penyewaan lahan tanah Desa Yeh Sanih, Buleleng yang dilakukan oleh perusahaan sejak tahun 2015 hingga 2019.

Dari tindak pidana ini, Puspaka disangkakan pasal 11 atau pasal 12 huruf (a), atau huruf (b), atau huruf (g), Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Sedangkan dari perkara TTPU itu, Puspaka disangkakan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (*)

Berita lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved