Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Putri Koster Ungkap 60 Persen Endek Bali Ditenun di Luar Pulau Dewata

Maka dari itu, ketika Christian Dior menggunakan kain endek Bali pihaknya meminta agar ia membeli langsung di penenun endek Bali

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
Antara
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dalam acara Indonesia Digital Conference mengatakan kini nasib penenun endek di Bali sedang dalam masa terpuruk.

Hal tersebut karena kebanyakan kain endek kini didatangkan dari luar Bali.

Diungkapkannya sebagian besar atau hampir 60 persen kain endek Bali sudah ditenun di luar Bali

Maka dari itu, ketika Christian Dior menggunakan kain endek Bali pihaknya meminta agar ia membeli langsung di penenun endek Bali.

"Saya mendapatkan realita bahwa endek Bali, sebagian besar sudah tidak ditenun di Bali oleh krama Bali. Jadi krama Bali di sini yang kami maksud tanpa membedakan suku dan agama, jadi yang tinggal di Bali dan terkait dengan tenaga kerja," jelasnya pada, Rabu (17 November 2021).

Baca juga: Dekranasda Bali Upayakan Agar IKM Bisa Promosikan Produknya di Mall

Jadi ketika kain endek tidak diproduksi di Bali, sebagian besar sudah diproduksi di luar Bali penenun endek di Bali terpuruk.

Kemudian kain yang sudah ditenun diluar Bali kembali dibawa di Bali untuk dipasarkan dan membuat konsumen menghilang.

"Untuk membelinya bukankah uang itu akan keluar dari Bali, perputaran ekonomi uang kita banyak yang keluar dan tidak kuat," sambungnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk menjaga warisan Nusantara dan leluhur harus dilakukan didaerah masing-masing. Biarkan endek Bali ditenun di Bali.

Orang Bali, Orang Indonesia dan Dunia luar tinggal memakainya. Biarkan batik Solo menjadi Batik di Jawa. Orang Jawa, Orang Indonesia luar negeri memakainya.

Hanya dengan seperti itu kita bisa menjaga warisan leluhur kita tetap lestari. Dan nantinya jika karya-karya etnik tersebut dipusatkan disatu tempat atau diindustrikan di luar Bali, penenun asli Bali akan mati.

"Jadi itu yang tyang (saya) lihat selama 3 tahun terakhir menjadi ketua Dekranasda.

Maka dari itu saya mengajak mari mewali, kemBali. Artinya kita lakukan hal-hal dari kita, oleh kita dan untuk kita.

Dengan begitu akan kuat, ketika Bali, Jawa dan Sumatera kuat Indonesia akan tangguh jadi kita jangan saling menghancurkan. Ketika Bali hancur bolonglah Indonesia. Ada hal yang timpang.

Maka dari itu seluruh komponen masyarakat di Bali mari bersama-sama mengejar kemajuan namun tetap melestarikan dari tempat kita masing-masing," tandasnya.(*)

Baca juga: Omzet Endek Agung Bali Collection Turun 50 Persen, Bantu Pekerjakan Siswa Tak Mampu

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved