Breaking News:

Berita Klungkung

Tersangka Kembalikan Uang Rp 320 Juta, Kasus Korupsi Air Tangki PDAM Unit Nusa Penida

Tersangka korupsi penjualan Air Tangki Perumda Tirta Mahottama Unit Nusa Penida, IKN dan IKS mengembalikan uang negara

Cabjari Nusa Penida
Tersangka korupsi penjualan Air Tangki Perumda Tirta Mahottama Unit Nusa Penida melalui keluarganya mengembalikan uang kerugian negara ke Cabjari Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Senin 15 November 2021 - Tersangka Kembalikan Uang Rp 320 Juta, Kasus Korupsi Air Tangki PDAM Unit Nusa Penida 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Tersangka korupsi penjualan Air Tangki Perumda Tirta Mahottama Unit Nusa Penida, IKN dan IKS mengembalikan uang negara.

Mereka mengembalikan senilai Rp 320 juta lebih diwakili keluarganya.

"Kedua tersangka melalui keluarganya, Senin (dua hari lalu) menitipkan uang pengembalian kerugian negara sebesar Rp 320.450.000 ke tim penuntut umum," ujar Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida, I Putu Gede Darmawan Hadi Seputra, Selasa 16 November 2021.

Setelah dibuatkan berita acara penitipan, uang tersebut langsung disetorkan oleh tim penuntut umum ke rekening titipan Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Baca juga: Tersangka Korupsi Air Tangki PDAM Unit Nusa Penida Kembalikan Kerugian Negara Rp 320 Juta Lebih

Upaya pengembalian ini juga nantinya menjadi pertimbangan bagi jaksa, saat melakukan tuntutan di persidangan nanti.

"Semoga dalam Minggu ini semua berkas perkara sudah bisa kami limpahkan ke pengadilan, sehingga kasus ini segera bisa disidangkan," ungkap Darmawan Hadi Seputra.

Seperti diketahui, Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida menahan tersangka tindak pidana dugaan korupsi Penjualan Air Tangki Perumda Tirta Mahottama Unit Nusa Penida.

Kedua tersangka berinisial IKN dan IKS.

Kedua tersangka ditahan setelah keluarnya hasil audit kerugian negara serta berkas perkaranya dinyatakan lengkap.

Mereka diduga tidak menyetorkan keseluruhan uang hasil penjualan air tangki itu ke kas Perumda Tirta Mahottama dari periode Mei 2018 sampai dengan September 2019.

Baca juga: 9 Tahun Buron Karena Kasus Korupsi, DPO Kejati Papua Berhasil Diamankan di Gianyar Bali

Selain itu kedua tersangka juga diduga mencetak kwitansi di luar sistem yang ditentukan PDAM Klungkung.

Saat ini pihak Cabjari Nusa Penida masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Inspektorat Klungkung. (*).

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved