Breaking News:

Berita Denpasar

Mitigasi Kurs & Harga Internasional, Eksportir Diminta Manfaatkan Resi Gudang

Mitigasi Kurs & Harga Internasional, Eksportir Diminta Manfaatkan Resi Gudang, Seperti Perusahaan di Bali Ini

istimewa
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi, bersama Pimpinan PT Rahmat Bahari Indonesia Ni Nyoman Robek saat meninjau gudang rumput laut milik PT Rahmat Bahari Indonesia di kawasan Tabanan, Bali, pada Jumat 19 November 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) terus mendorong pemilik komoditas rumput laut untuk memanfaatkan Sistem Resi Gudang, khususnya dalam kaitan kegiatan ekspor.

Perusahaan yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang berupaya melakukan mitigasi harga internasional, serta terkait pergerakan kurs US dollar yang menjadi mata uang acuan dalam ekspor.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi menjelaskan, dengan memanfaatkan Sistem Resi Gudang, petani rumput laut dapat memasukkan komoditas rumput laut yang mereka miliki saat kurs US Dollar turun, dan melakukan ekspor pada saat kurs US Dollar membaik.

"Pemanfaatan Resi Gudang juga bisa dilakukan saat terjadi pergerakan harga di pasar internasional yang menurun," ujar Fajar saat berkunjung di gudang rumput laut milik PT. Rahmat Bahari Indonesia di Tabanan, Bali, pada Jumat 19 November 2021.

Baca juga: Seorang Napi di Lapas Singaraja Coba Akhiri Hidup, Minum Deterjen Saat Mencuci Baju

Lanjutnya, Indonesia sebagian besar wilayahnya merupakan perairan menjadi salah satu negara eksportir terbesar untuk komoditas rumput terutama rumput laut kering.

"Nilai rumput laut di pasar dunia saat ini USD 2,9 miliar dengan hampir 807 ribu ton. Indonesia berkontribusi sebesar 195 ribu ton dengan pangsa 25 persen," papar ya.

Data dari Biro Pusat Statistik, kata dia menunjukkan, selama rentang waktu 2014-2019, ekspor rumput laut nasional juga tercatat tumbuh rata-rata sebesar 6,53% per tahun.

Untuk Tahun 2020 volume ekspor tercatat sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai USD279,58 juta.

Fajar mencontohkan kesuksesan PT Rahmat Bahari Indonesia dalam pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia, khususnya dari sisi eksportir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved