Breaking News:

Berita Bali

Optimalisasi Pertumbuhan Usaha BPD melalui Digitalisasi Data Kredit dan Program Penjaminan Kredit

Ekspansi bisnis kredit bank pembangunan daerah dapat lebih dioptimalkan lagi dengan pemanfaatan data kredit digital serta partisipasi pada program pen

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
ist
Optimalisasi Pertumbuhan Usaha BPD melalui Digitalisasi Data Kredit dan Program Penjaminan Kredit 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Ekspansi bisnis kredit bank pembangunan daerah dapat lebih dioptimalkan lagi dengan pemanfaatan data kredit digital serta partisipasi pada program penjaminan kredit bagi pelaku usaha terdampak Covid-19. 

Hal itu dikupas pada Seminar Nasional PEFINDO Biro Kredit – ASBANDA 2021 bertajuk “Peluang Pertumbuhan Kredit BPD melalui Digitalisasi Data Kredit dan Program Penjaminan Kredit Nasional di Era New Normal” yang diselenggarakan di Bali, Kamis (18/11/2021) kemarin.

“Era ekonomi digital yang disruptif membuka peluang bagi bank pembangunan daerah (BPD) untuk membukukan pertumbuhan usaha secara sehat dan berkesinambungan dengan memanfaatkan kemampuan dan kekayaan data kredit secara digital, sehingga keputusan dapat diambil secara cepat dan efisien” ungkap Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit IdScore, Yohanes Arts Abimanyu, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19 November 2021).

Dengan posisi strategisnya pada sistem perekonomian daerah, BPD diyakini mampu memacu pertumbuhan melalui modernisasi proses dalam rangka peningkatan efisiensi dan kualitas layanan terlebih di era saat ini.

Baca juga: Periksa Pejabat Bank BPD Bali, KPK Dalami Soal Barang Bukti yang Telah Disita Penyidik

Baca juga: Tahun 2021, Laba Bersih Bank BPD Bali Naik Rp484 Miliar

Baca juga: Daftar Bank yang Kenakan Biaya Transfer Antarbank Rp2.500, Termasuk BPD Bali

“Analisa kredit berbasis credit scoring yang diakses secara digital, dikombinasikan dengan program penjaminan kredit bagi pelaku usaha terdampak Covid-19 akan mendorong ekspansi pertumbuhan bisnis penyaluran kredit dengan risiko yang termitigasi, selain tentunya berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi” tambah Abimanyu. 

Tidak hanya bagi kreditur, Abimanyu menambahkan bahwa debitur juga akan memperoleh manfaat berupa terbukanya akses pembiayaan bagi kalangan unbanked dan sumber modal kerja bagi pelaku usaha yang terdampak Covid-19.

Namun demikian, peningkatan aktivitas dan perluasan cakupan pembiayaan di sisi bank harus diimbangi juga dengan penguatan pengelolaan risiko kredit secara efektif, efisien dan terukur yang salah satunya melalui program penjaminan kredit. 

“Hal ini akan memberikan kepastian kepada bank dalam kondisi timbulnya risiko gagal bayar” ujarnya.

Pemanfaatan data secara optimal akan memberikan manfaat signifikan bagi kemajuan bisnis guna mempercepat pertumbuhan usaha.

“Sebagai penyedia laporan informasi perkreditan, kami mendorong kalangan BPD untuk memanfaatkan informasi perkreditan secara digital guna mendorong efisiensi biaya, menjaga kualitas aset kredit, mengurangi NPL serta membuka peluang bisnis yang belum sepenuhnya tergarap” demikian Abimanyu menutup keterangannya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved