Breaking News:

Berita Bali

Siap Laksanakan Perintah, Pangdam Udayana Mayjen Maruli Simanjuntak Dikabarkan Jadi Pangkostrad

Nama Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana diisukan bakal mengisi posisi jabatan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat

Tribun Bali/Andrian Amurwonegoro
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak - Siap Laksanakan Perintah, Pangdam Udayana Mayjen Maruli Simanjuntak Dikabarkan Jadi Pangkostrad 

Pada waktu masih berpangkat Perwira Pertama (Pama), ia berprestasi sebagai Atlet Judo tingkat nasional maupun internasional.

Maruli yang saat itu berpangkat Kolonel Infanteri dipercaya menjabat sebagai Danrem 074/Warastratama di Surakarta pada 2016 sampai dengan 2017.

Ia juga pernah membawa Satuan Korem yang dipimpinnya meraih prestasi dengan dianugerahi gelar Danrem terbaik dalam bidang Program Upaya Khusus (Upsus) Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2016.

Penghargaan bergengsi tersebut langsung diserahkan oleh Kasad kepada Danrem pada apel Komandan Korem dan Komandan Kodim 2016 seluruh Indonesia di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD Bandung, pada 14 Nopember 2016.

Dari pernikahannya dengan Paulina Pandjaitan, Mayjen Maruli Simanjuntak dikaruniai seorang putri bernama Faye Hasian Simanjuntak. Faye lahir pada 10 April 2002.

Pada Februari 2020 lalu, Faye masuk dalam jajaran Forbes Indonesia untuk kategori 30 Under 30.

Prestasi tersebut diraih Faye atas kontribusinya pada dunia anak lewat organisasi yang ia dirikan, Rumah Faye.

Rumah Faye dibuat bertujuan untuk memerangi perdagangan anak, kekerasan pada anak, hingga eksploitasi anak.

Pencapaian Faye tersebut tentu saja membuat sang kakek, Luhut Binsar Pandjaitan, bangga.

Hal ini pernah diungkapkan Luhut lewat Instagram pribadinya.

Baca juga: Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Secara Aklamasi Terpilih Sebagai Ketum PB PJSI

Berbagai Peran yang Dilakukan

SEJAK menjabat Panglima Kodam IX/Udayana pada 23 November 2020, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak telah menjalankan berbagai program untuk masyarakat, mulai dari pembangunan hingga pengendalian Covid-19.

Program unggulan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak ialah pembangunan Pompa Hidram yang tersebar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Pompa hidram ini ia targetkan mencapai 200 titik untuk memberikan pasokan air bersih bagi masyarakat.

Perhatian ini diberikan Pangdam IX/Udayana yang wilayahnya kesulitan mengakses air bersih.

Pembangunan pompa hidram tentu tidak mudah. Ada hambatan dan tantangan yang harus dilalui.

Bahkan ada saja yang memandang sebelah mata pada saat proses pembangunan pompa hidram.

"Target kami ada 200 Pompa Hidram. Kami berdiskusi banyak masukan dari masyarakat tentang pertanian. Ada yang tidak punya air. Ada juga yang tadah hujan. Padahal ada sungai di situ. Dengan adanya pompa hidram bisa dimanfaatkan untuk pertanian," ujar Pangdam kepada Tribun Bali, Selasa 28 Agustus 2021 lalu.

Seperti halnya di Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan, terpasangnya 10 pompa hidram yang telah dimodifikasi sedemikian rupa hingga mampu mengaliri 220 ha lahan pertanian dengan jumlah 400 KK warga.

Kementerian Pertanian pun telah melirik program yang digalakkan Pangdam IX/Udayana dan berencana menjadikan pompa hidram sebagai pilot project pengairan di wilayah lain.

"Sudah mulai dilirik juga oleh Kementerian Pertanian. Mereka sudah hadir dan berencana dijadikan pilot project untuk buat di tempat lainnya. Kami memang pemain lapangan. Kami mendapat masukan PUPR, masukan dari kementerian pertanian, diharapkan jadi program yang berlanjut di banyak tempat di Indonesia Raya," ucapnya.

Wilayah Bali yang terkenal baik dengan pengairan subaknya ternyata masih ada beberapa yang sulit mengakses air bersih.

Dengan program pompa hidram ini, Maruli yakin akan berdampak pada peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan warga desa.

Menurut Maruli, bicara pengairan dan program pompa hidram tidak hanya berkutat pada ketersediaan air bersih saja, namun impact-nya juga berdampak pada pengentasan kemiskinan, kebersihan hingga kesehatan.

"Efeknya warga tidak usah lagi beli air bersih. Airnya lebih bersih lebih bagus bagi kesehatan, karena air yang tersedia sumbernya ada yang tercemar polusi berbahaya ke stunting pada anak. Semua mempercayai bahwa air akan mempengaruhi tingkat kemiskinan efeknya, air bisa untuk beternak, bertani dan sebagainya," ujar Maruli dengan nada optimistis.

Selain pompa hidram, Kodam IX/Udayana juga menggandeng masyarakat dengan menyediakan fasilitas beternak ayam.

"Dari mulai kandang, bibit ayam DOC (Day Old Chicken) kami kasih lengkap selama 3 bulan. Untungnya 75 persen bagi mereka. Di setiap tim itu harus ada 3 orang minimal. Maksimal ngurus 2 000 ayam. Kami tingkatkan 6.000 ayam. Kami runut sampai di mana permasalahannya untuk mengangkat kehidupan masyarakat," kata Maruli.

"Jadi dari pompa hidram, ayam, kebun mulai jalan, sambil berjalan juga mengkonsep, misal wilayah A terkenal dengan sayur apa atau buah apa untuk pemasaran kedepan. Yang penting kebutuhan warga tercukupi," jelasnya.

Maruli meninjau progress renovasi tempat-tempat ibadah yang berada di Ksatrian Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, Bali.

Bagi Pangdam, renovasi tempat-tempat ibadah ini memiliki fungsi yang vital.

Kodam IX/Udayana memenuhi sarana tempat beribadah bagi seluruh umat beragama di lingkungan Makodam IX/Udayana.

Terdapat Pura Praja Raksaka, Masjid Al Amin Raksaka dan Gereja Praja Raksaka yang hampir selesai direhab.

"Nantinya diharapkan dapat menjadi rumah ibadah yang lebih baik dibandingkan dengan yang ada selama ini. Mudah-mudahan dapat meningkatkan keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa dan semakin khusuk melaksanakan ibadah," ucap dia.

Maruli juga meresmikan renovasi bangunan Sekolah TK Kartika VII-1 dan SD Kartika VII-3, Jumat 24 September.

Kedua bangku pendidikan tersebut berlokasi di Ksatrian Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar, Bali.

Tujuan renovasi ini untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas bagi anak-anak didik serta dapat mendorong pencapaian misi sekolah yang lebih baik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah TK Kartika VII-1, Silvi mengapresiasi kepedulian dan perhatian Pangdam IX/Udayana beserta istri dalam mendorong terwujudnya renovasi sekaligus melengkapi sarana prasarana yang disesuaikan dengan teknologi terkini.

Silvi juga memperkenalkan program pendidikan yang diterapkan pihak sekolahan yaitu Program Pendidikan Bilingual.

Menyikapi kabar peran besar dan pro aktif TNI di Bali dalam pengendalian Covid-19, Pangdam menyebutkan, pengendalian Covid-19 membutuhkan kerja sama berbagai pihak, tidak ada satu pihak pun yang bisa menyelesaikan permasalahan ini sendiri.

"Sebetulnya kita sepakati bahwa urusan covid-19 ini harus bekerja sama semua unsur, tidak ada yang bisa menyelesaikan permasahalan ini sendiri, masalah pencetus lebih aktif ya itu silakan saja menilai tapi kitapun kalau instansi lain tidak support berat juga," kata Maruli kepada Tribun Bali, Minggu 22 Agustus.

Maruli menyebut, Bali memiliki kemampuan kultur Desa Adat yang berpotensi baik, namun perlu ada pencetus ide atau penggerak agar upaya dan hasil lebih maksimal.

"Setelah berjalan menurut saya bisa dikatakan bahwa Bali bisa jadi contoh, bisa menjemput sekian ratus orang sehari, saya bilang kerja sama Pemda, Polisi, Dinas Kesehatan harus selalu bersama-sama, kenapa jadi mudah ? Karena Pemda menyiapkan tempat isolasi yang baik," paparnya.

(Ian/Tribunnews.com/kompas.com)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved