Breaking News:

Adv

Jaya Negara dan Arya Wibawa Ngaturang Bhakti Pujawali di Pura Sakenan

Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, Jaya Negara dan Arya Wibawa Ngaturang Bhakti Pujawali Di Pura Sakenan.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Jaya Negara dan Arya Wibawa Ngaturang Bhakti Pujawali Di Pura Sakenan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rahina Suci Kuningan yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Kuningan ini merupakan hari besar bagi umat Hindu yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Namun demikian, pada Hari Suci Kuningan juga merupakan hari Pujawali di Pura Sakenan, Kelurahan Serangan, Kota Denpasar.

Sejak pagi tampak silih berganti dengan tertib para pemedek sudah mendatangi area Pura Sakenan.

Serangkaian Karya Bhakti Pujawali di Pura Sakenan yang mana Puncak Karya jatuh pada Rahina Suci Kuningan, Sabtu (20/11). Pelaksanaan Pujawali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan diawasi oleh para pecalang.

Rangkaian Upacara Pujawali diawali dengan sesolahan Tari Rejang Renteng, Tari Baris Tombak, Topeng Penasar serta Topeng Sidhakarya dan di akhir upacara ditutup dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Sari Arimbawa, Griya Tegal. Turut hadir dalam kesempatan tersebut ngaturang bhakti Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa serta Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana didampingi Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana.

Ikut hadir juga Kabag Kesra Made Raka Purwantara, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai, Camat Denpasar Selatan Wayan Buda serta OPD terkait lainnya

Baca juga: Sempat Viral, WNA Kenakan Seragam Polri Saat Perayaan Halloween di Bali, Polisi Respon Ini

Baca juga: Pasangan Marcus/Kevin Lolos ke Final Indonesia Masters 2021, Selamatkan Muka Tuan Rumah

Baca juga: PPKM Level 3 Diterapkan di Bali Saat Libur Akhir Tahun, Pelaku Pariwisata Nyatakan Sikap Menolak

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara usai persembahyangan mengatakan bahwa pelaksanaan Bhakti Pujawali ini dilaksanakan sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk menciptakan kerahayuan jagat, serta diharapkan kepada masyarakat umat Hindu yang hendak bersembahyang untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam melaksanakan persebahyangan dikarenakan masih dalam situasi pandemi Covid-1.9

"Pelaksanaan persembahyangan kali ini tentu sedikit berbeda dibanding sebelumnya, hal ini mengingat bhakti piodalan di Pura Sakenan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga penerapan protokol kesehatan wajib dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna dalam prosesi upacara," ujar Jaya Negara

Panglingsir Puri Kesiman sekaligus Prawartaka Karya, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana mengatakan pelaksanaan Pujawali di Pura Sakenan Kota Denpasar kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni pemedek wajib menggunakan masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan, mengutamakan prilaku hidup bersih dan sehat, serta menyarankan bagi pemedek dengan gejala klinis untuk beristirahat dirumah.

Kendati menerapkan protokol kesehatan, Pujawali dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna yang terkandung dalam upacara.

“Secara tatwa pelaksanaan upakara tetap sama, hanya saja tata pelaksanaanya menggunakan protokol kesehatan mengingat saat ini masih di masa penanganan pandemi Covid-19,” ujarnya. Penyineban akan dilaksanakan besok Minggu 21 November 2021. 

Berita Denpasar Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved