Breaking News:

Berita Bali

Pemerintah Akan Bahas Kembali Aturan tentang Kekarantinaan bagi Wisman ke Bali

“Pemerintah akan membahas kembali aturan kekarantinaan, ketentuan penerbangan langsung, dan kebijakan visa agar lebih atraktif dan memiliki daya saing

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menparekraf Sandiaga Uno 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM - Semenjak dibuka kembali setelah sebulan lebih, sejauh ini belum ada wisatawan mancanegara (Wisman) yang tiba di Bali dengan penerbangan langsung.

Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah terus mengevaluasi kebijakan yang telah dikeluarkan dan memantau situasi dari negara pasar potensial terutama Australia.

“Pemerintah akan membahas kembali aturan kekarantinaan, ketentuan penerbangan langsung, dan kebijakan visa agar lebih atraktif dan memiliki daya saing dengan negara tetangga,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing di Jakarta yang dilakukan secara hybrid, Senin (22 November 2021).

Sejumlah negara tetangga telah dan akan membuka pariwisata bagi wisatawan mancanegara secara bertahap.

Baca juga: Terapkan PPKM Level 3 Saat Libur Nataru, Menparekraf: Ini Hanya Bersifat Sementara

Thailand dan Kamboja membuka pariwisata untuk wisman tanpa karantina, sedangkan Langkawi (Malaysia) membuka pariwisata untuk wisman dengan karantina wilayah.

Sedangkan, Singapura memperluas negara yang bekerjasama secara Vaccinated Travel Lane (VTL) termasuk dengan Indonesia.

Sementara untuk Kepulauan Riau, hingga 12 November 2021 tercatat 159 pelaku perjalanan luar negeri masuk ke Kepulauan Riau yang seluruhnya melalui pintu Batam.

“Pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kepatuhan prokes di daerah berjalan dengan baik sehingga pembukaan pariwisata untuk wisman tidak menimbulkan lonjakan kasus yang signifikan dan tidak muncul varian baru,” imbuh Sandiaga Uno.

Permintaan dari Pasar India untuk wisatawan berkunjung ke Indonesia pada bulan November-Desember 2021 sebenarnya sudah cukup banyak.

Pihak Maskapai dan Industri Pariwisata Indonesia pun sudah bekerja sama membentuk paket wisata untuk wisman asal India termasuk di dalamnya mekanisme 3 hari karantina bagi yang telah menerima vaksin dosis lengkap.

“Akan tetapi ada hal-hal yang harus disepakati oleh pihak Indonesia dan India terkait dengan dibukanya kembali border internasional untuk wisatawan kedua negara ini,” jelas Menparekraf Sandiaga Uno.

Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Pemasaran telah melakukan rapat dengan Duta Besar India di Jakarta, yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri, bahwa untuk izin penerbangan dengan tujuan pariwisata diperlukan Mutual Recognition Arrangement (MRA) antara India dan Indonesia dalam bentuk MoU.

“Setelah MRA disepakati oleh kedua negara, secara teknis aplikasi tracing dan tracking (Peduli Lindungi) kedua negara akan dihubungkan sehingga wisman akan terus terpantau dari mulai keberangkatan, tiba di destinasi wisata, dan kembali lagi ke negaranya,” kata Sandiaga Uno.

Seperti yang diketahui, per 15 November 2021 India pun telah membuka pintu bagi wisatawan mancanegara dengan mekanisme persyaratan air bubble.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga: Pekan Depan Tempat Wisata Diperketat Terkait PPKM Level 3 Natal dan Tahun Baru

Oleh karena itu Mutual Recognition Agreements (MRA) diharapkan segera disepakati.

“Draft MRA sudah disusun oleh Kementerian Luar Negeri dan saat ini sedang dievaluasi Kementerian Kesehatan, untuk kemudian draft tersebut dapat disepakati kedua negara,” ungkap Sandiaga Uno.

Mendatangkan wisatawan mancanegara ke Bali tidak secepat itu walaupun perbatasan sudah di buka kembali sejak 14 Oktober lalu.

Ada beberapa dokumen perjalanan yang harus disiapkan oleh wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia yang dalam hal ini ke Bali.

“Seperti membeli tiket pesawat, karena tidak semua maskapai memiliki direct flight ke Bali. Kemudian, terkait visa dan karantina, yang saat ini masih kami koordinasikan dengan k/l terkait, agar dapat memberikan kemudahan dan tidak menyulitkan wisatawan nantinya,” jelas Sandiaga Uno.

Sembari menunggu wisman ke Bali, penyiapan destinasi dan sentra ekonomi kreatif terus dilakukan agar sesuai dengan protokol kesehatan berbasis CHSE.

Serta penyiapan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan juga menjadi fokus kami, agar wisatawan mendapat suatu experience yang tak terlupakan.(*)

Artikel lainnya di Berita Nasional

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved