Breaking News:

Berita Denpasar

Sebanyak 10 Orang Menjadi Pemenang Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Siswa SD Kelas Awal 

Balai Bahasa Provinsi Bali menggelar sayembara Penulisan Bahan Bacaan Siswa SD Kelas Awal atau kelas 1, 2, dan 3.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
Istimewa/ Dok. Balai Bahasa Provinsi Bali
Proses penjurian Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Siswa SD Kelas Awal yang digelar Balai Bahasa Provinsi Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Balai Bahasa Provinsi Bali menggelar sayembara Penulisan Bahan Bacaan Siswa SD Kelas Awal atau kelas 1, 2, dan 3.

Dari hasil penjurian, diperoleh sebanyak 10 orang pemenang.

Adapun naskah yang masuk ke meja panitia sebanyak 35 judul.

Baca juga: Kini Hanya 1 Wilayah di Denpasar yang Berstatus Zona Kuning Covid-19, Sisanya Berstatus Zona Hijau

Baca juga: Simak Cara Dapat Bantuan Usaha Pariwisata Rp2 Juta, Dibuka 15-26 November 2021 

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Toha Machsum mengatakan dalam proses penjurian, panitia memberikan naskah tanpa nama kepada lima dewan juri.

Kelima juri tersebut adalah G.M. Sukawidana, Abu Bakar, I Made Taro, I Made Sugianto, dan Ida Ayu Oka Rusmini.

“Setiap juri melakukan pembacaan naskah bahasa Indonesia dan bahasa Bali dan menentukan nomine karya yang diajukan dalam diskusi penentuan sepuluh pemenang,” kata Toha, Senin, 22 November 2021.

Baca juga: Kini Hanya 1 Wilayah di Denpasar yang Berstatus Zona Kuning Covid-19, Sisanya Berstatus Zona Hijau

Baca juga: Simak Cara Dapat Bantuan Usaha Pariwisata Rp2 Juta, Dibuka 15-26 November 2021 

Penilaian 35 naskah dilakukan berdasarkan pada ketentuan di antaranya bertema peristiwa alam, lingkungan sehat dan bersih, hewan dan tumbuhan di sekitar kita, kerukunan hidup dalam masyarakat, kesehatan pada masa pandemi, dan rempah-rempah.

Selain itu, bahan bacaan literasi bukan cerita rakyat dan dibuat bersifat edukatif, isi bacaan ditujukan untuk usia 7 - 9 tahun, karya memuat kearifan lokal di wilayah setempat, naskah tidak mengandung unsur pornografi, radikalisme, kekerasan, pelecehan fisik, dan tidak berpotensi menimbulkan konflik SARA.

Baca juga: Kini Hanya 1 Wilayah di Denpasar yang Berstatus Zona Kuning Covid-19, Sisanya Berstatus Zona Hijau

Baca juga: Simak Cara Dapat Bantuan Usaha Pariwisata Rp2 Juta, Dibuka 15-26 November 2021 

Adapun penilaian naskah meliputi tema, isi, gaya penulisan, gaya bahasa, dan kaidah kebahasaan.

Toha menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk penyediaan bahan bacaan literasi yang bermutu, termasuk penyediaan bahan bacaan untuk siswa SD kelas awal dalam dwibahasa, yakni bahasa Bali dan Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved