Breaking News:

Berita Nasional

Terapkan PPKM Level 3 Saat Libur Nataru, Menparekraf: Ini Hanya Bersifat Sementara

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga akan menerbitkan Surat Edaran (SE)

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menparekraf saat memberikan sejumlah isu strategis kepariwisataan pada Weekly Press Briefing yang dilakukan secara hybrid. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM - Pemerintah melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) akan menerapkan PPKM Level 3 pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga akan menerbitkan Surat Edaran (SE).

“Instrumen regulasi utamanya nya akan di atur dalam Imendagri, Kementerian dan Lembaga lainnya, termasuk Kemenparekraf, menerbitkan surat edaran tentang kebijakan operasional yang merujuk pada Inmendagri,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing di Jakarta yang dilakukan secara hybrid, Senin (22 November 2021).

Kemenparekraf telah menyusun draft surat edaran sebagai tindak lanjut Inmendagri tentang Aktivitas Usaha dan Destinasi Wisata Pada Saat Perayaan Natal dan Tahun baru 2021 –2022.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga: Pekan Depan Tempat Wisata Diperketat Terkait PPKM Level 3 Natal dan Tahun Baru

“SE tersebut ditujukan kepada para Kepala Daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota) serta para Ketua Asosiasi Usaha Pariwisata untuk dapat mendukung sosialisasi, penerapan serta melakukan pengawasan dan pengendalian kebijakan aktivitas usaha dan destinasi wisata selama perayaan natal dan tahun baru 2021 -2022, karena urusan kepariwisataan sesusungguhnya merupakan urusan otonom pemerintah daerah,” paparnya.

Substansi pengaturan SE tersebut diantaranya memuat penegasan aktivitas jenis usaha dan tempat / destinasi wisata pada saat perayaan natal dan tahun baru 2021 / 2022 yang merujuk pada pengaturan waktu operasional, kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan pada status PPKM Lavel 3 yang telah diatur dalam Inmendagri.

Pelarangan perayaan malam pergantian tahun baru pada tanggal 31 Desember 2021-1 Januari 2022, penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi.

Beberapa entitas usaha yang beririsan dengan usaha pariwisata juga diatur oleh kementerian lainnya.

Kemenparekraf memperkecil ruang lingkup pengaturan untuk usaha penyediaan makan minum (restoran dan sejenisnya), Tempat wisata/taman rekreasi dan tempat hiburan lainnya dan bioskop.

“Kebijakan penerapan PPKM Level 3 secara serempak diseluruh daerah ini hanya bersifat sementara dalam upaya kita bersama untuk mengantisipasi lonjakan kasus dan potensi akan terjadinya gelombang ketiga Covid-19,” imbuh Menparekraf Sandiaga Uno.

Pihaknya tidak ingin mengulang masalah yang sama dimana libur nasional dan libur hari besar agama selalu menjadi pemicu terjadinya lonjakan kasus Covid- 19 di Indonesia.

“Yang perlu diingat, kebijakan penerapan PPKM lavel 3 ini bukan melarang akan tetapi membatasi operasional dan aktivitas usaha / destinasi wisata baik dari aspek waktu operasional, kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan secara ketat pada saat perayaan natal dan tahun baru 2021-2022,” tegas Sandiaga Uno.(*)

Artikel lainnya di Berita Nasional

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved