Breaking News:

Berita Buleleng

Ketua LPD Anturan Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Indikasi Kerugian Negara Rp 137 Miliar

Jayalantara menyebut, dari kasus dugaan korupsi ini, ditemukan adanya indikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp 137 Miliar

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng AA Jayalantara (kanan) bersama Kasi Pidsus Kejari Buleleng Wayan Genip memberikan keterangan terkait penetapan tersangka Ketua LPD Anturan dan LPD Tamblang, Selasa (23/11/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Buleleng menetapkan Nyoman Arta Wirawan selaku Ketua LPD Anturan, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Akibat perbuatannya itu, diperkirakan terjadi kerugian uang negara hingga mencapai Rp 137 Miliar.

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara ditemui Selasa (23/11/2021) mengatakan, Wirawan ditetapkan sebagai tersangka sejak Senin kemarin,  berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-713/N.1.11/Fd.2/11/2021.

Atas perbuatannya itu, Wirawan pun disangkakan dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8 dan Pasal 9 UU Nomor 13 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: Habisi Istrinya Usai Pesta Miras, Pria di Gerokgak Buleleng Ini Serahkan Diri ke Polisi

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik hingga saat ini belum melakukan penahanan terhadap Wirawan.

Sebab penyidik masih perlu melakukan pemeriksaan khusus, pengembangan penyelidikan serta pengumpulan sejumlah barang bukti, untuk menguatkan pasal yang disangkakan.

Jayalantara menyebut, dari kasus dugaan korupsi ini, ditemukan adanya indikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp 137 Miliar.

Nilai tersebut berdasarkan hasil perhitungan sementara yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejari Buleleng.

Namun demikian, pihaknya saat ini masih menunggu hasil perhitungan yang dilakukan oleh pihak Inspektorat Buleleng, agar jumlah selisih dana yang ditimbulkan dari kasus dugaan korupsi ini lebih pasti.

Jayalantara menjelaskan, tersangka Wirawan diduga melakukan tindakan korupsi dengan modus kredit fiktif.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved