Breaking News:

Pawang Hujan Tersinggung lalu Lapor Polisi, Dituding Gagal Kendalikan Hujan Saat WSBK Mandalika

Damai merasa difitnah akibat tudingan gagal mengendalikan hujan saat perhelatan World Superbike (WSBK) beberapa hari lalu.

Editor: Bambang Wiyono
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Suasana hujan disertai angin kencang di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Sabtu (20/11/2021) sore.(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin) 

TRIBUN-BALI.COM, LOMBOK - Seorang pawang hujan bernama Damai Santoso alias Amaq Daud (49), warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB merasa dicemarkan nama baiknya.

Gegaranya, dia dituding gagal mengendalikan hujan saat perhelatan World Superbike (WSBK) beberapa hari lalu.

Tak terima dengan tudingan itu, Damai melaporkan kasus itu ke polisi.

Damai merasa difitnah akibat tudingan gagal mengendalikan hujan saat perhelatan World Superbike (WSBK) beberapa hari lalu.

Ia melaporkan sebuah akun Facebook dan Twitter dengan nama @leekuwangso yang diduga mengunggah fotonya di Sirkuit Mandalika dan menyebutnya sebagai pawang hujan yang gagal melakukan kontrol saat balapan.

Bagi Damai, kata-kata yang disebutkan dalam akun tersebut sangat menjatuhkan harga  dirinya bersama keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya.

Adapun dalam akun media sosial tersebut memajang fotonya dengan Presiden Joko Widodo dan menuliskan sebagai berikut:

the traditional rain controller not working at # WorldSBK (red: pawang hujan). Hujan badai guyur sirkuit mandalika, balapan pertama world not working alias gak mempan.

Damai selama ini memang dipercaya mampu memindahkan hujan atau menggeser hujan agar tidak jatuh di wilayah yang diminta.

Namun ia menjelaskan, tak pernah diminta oleh penyelenggara balapan WSBK untuk mengatasi hujan sebagimana yang biasa dilakukan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved