Breaking News:

Berita Denpasar

Rencana Penerapan PPKM Level 3 Jelang Nataru Buat Pelaku Pariwisata & Pusat Perbelanjaan Ketar-ketir

Untuk mengantisipasi kembali gelombang ketiga, pemerintah pusat akan menerapkan PPKM Level 3 jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) secara nasiona

Tribun Bali/Rizal Fanany
ILUSTRASI- Pengunjung memilih pakaian di salah satu tenant di Level 21 Mall, Jalan Teuku Umar, Denpasar beberapa waktu lalu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Untuk mengantisipasi kembali gelombang ketiga, pemerintah pusat akan menerapkan PPKM Level 3 jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) secara nasional.

Dalam hal ini, Bali juga akan diikutsertakan dalam kebijakan ini. 

Baca juga: PPKM Level 3 Diterapkan di Akhir Tahun, Koster: Jangan Berandai-andai Dulu

Baca juga: Jelang Nataru, Harga Sembako di Denpasar Mengalami Kenaikan dan Stok Menipis

Baca juga: Bali Sambut PPKM Level 3 Jelang Libur Panjang Nataru, Polda Bali Perketat Pintu Masuk ke Bali

Namun, adanya kebijakan PPKM Level 3 membuat pelaku pariwisata khususnya di Bali 'ketar-ketir'.

Pasalnya, berlakunya aturan itu nanti bisa saja menurunkan kunjungan wisatawan domestik ke Bali yang perekonomiannya baru saja mulai bergeliat kembali.

Baca juga: PPKM Level 3 Diterapkan di Akhir Tahun, Koster: Jangan Berandai-andai Dulu

Baca juga: Pendapatan Daerah Kota Denpasar Tahun 2022 Dirancang Sebesar Rp 1,96 Triliun

Ketika dikonfirmasi, Wakil Ketua Bali Hotels Association (BHA), Fransiska Handoko menyampaikan, pihaknya berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan kembali wacana tersebut.

Mengingat, Bali khususnya sudah di level 2 dimana tingkat vaksinasi penduduk Bali untuk dosis 2 sudah mencapai 90 persen lebih dari target yang ditetapkan atau hampir 70 persen penduduk Bali sudah tervaksin lengkap. 

Baca juga: Bali Sambut PPKM Level 3 Jelang Libur Panjang Nataru, Polda Bali Perketat Pintu Masuk ke Bali

Baca juga: 10 Sekolah Terbaik di Bali Berdasarkan Nilai Rerata UTBK 2021, Salah Satunya SMAN 1 Gianyar

“Dengan pengawasan dan kontrol pintu masuk yang ketat, tentunya adalah pilihan yang lebih tepat sehingga sisi ekonomi dan kesehatan dapat berjalan beriringan. Masak mau pertumbuhan ekonominya nomor 34 terus dari seluruh Indonesia, minus terus,” ungkapnya pada, Selasa, 23 November 2021. 

Hal yang sama juga disampaikan Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, I Nyoman Nuarta.

Namun, pihaknya menekankan, terkait PPKM level 3 ini harus dilihat dulu regulasi yang akan digunakan.

“Pada dasarnya, kita menginginkan wisataman mancanegara (wisman) segera datang ke Bali agar masyarakat Bali bisa bekerja kembali,” kata Nuarta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved