Breaking News:

Berita Denpasar

Tetap Adakan Pelatihan Kerja dengan Prokes, HILLSI Bali Catat Penurunan 7 Ribu Peserta Pelatihan

Tetap Adakan Pelatihan Kerja Dengan Terapkan Prokes, HILLSI Bali Catat Penurunan 7 Ribu Peserta Pelatihan

Tribun Bali/Rizal Fanany
ilustrasi pelatihan 

Lebih lanjutnya ia menerangkan lembaga yang tergabung dalam HILLSI merupakan lembaga pelatihan kerja di bidang pariwisata.

Umumnya dalam setahun mendidik peserta 7 ribu sampai 8 ribuan.

Sehingga kurang lebih mengalami sekitar 50 persen penurunan. Disamping karena kebutuhan di industri yang masih minim sehingga menurunkan minat para lulusan, penurunan ini juga disebabkan dampak ekonomi.

“Di lembaga pelatihan juga memberikan subsidi-subsidi yang nominalnya sampai Rp 2-3 jutaan. Akan tetapi tetap mengalami penuruna, karena kita ketahui masyarakat di Bali mayoritas 80 persen pariwisata. Sehingga untuk kebutuhan makan saja, para orang tuanya sulit, sehingga tidak mampu melanjutkan,” tuturnya.

Kendati demikian, ia berharap, untuk pelatihan kompetensi tidak bisa dihentikan.

Sebab para lulusan memerlukan upgrading kompetensi, sehingga nantinya jika industri membutuhkan SDM baik lokal, nasional, maupun internasional, lulusan SMA/SMK dapat langsung diterima dan bekerja.

Sementara itu, ditengah pandemi Covid-19 pelatihan di setiap lembaga tetap berjalan dengan penyesuaian berdasarkan regulasi pemerintah.

Saat ini untuk pemberian teori diberikan secara online, sedangkan pelatihan praktek diberikan secara offline dengan mengedepankan protokol kesehatan 6M.

Baca juga: Saat Berhubungan Suami Istri, Penyanyi Dangdut ini Tak Sadar Ada Kamera yang Merekam

"Pelatihan ada yang sifatnya setahun sekali, ada juga yang setahun dua kali. Ini disesuaikan dengan animo atau kebutuhan para lulusan. Tapi umumnya menjadi rutinitas setiap tahun setelah kelulusan,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya yang tergabung dalam Forum Bali Bangkit mendukung penuh pengiriman surat terbuka untuk Presiden RI, Joko Widodo. Yang mana dalam surat terbuka tersebut, ada lima poin yang diharapkan dapat segera diatensi Presiden Jokowi untuk pemulihan ekonomi Bali.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved