Breaking News:

Berita Bali

Pertama Kalinya di Bali, BNN RI hingga BNPT RI Kolaborasi Gelar Diskusi Masalah Ancaman Bangsa

Badan Narkotika Nasional RI, Komisi Pemberantasan Korupsi RI dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris untuk pertama kalinya berkolaborasi

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kegiatan diskusi panel BNN RI, KPK RI dan BNPT di Mapolda Bali, Rabu 24 November 2021 - Pertama Kalinya di Bali, BNN RI hingga BNPT RI Kolaborasi Gelar Diskusi Masalah Ancaman Bangsa 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Narkotika Nasional RI, Komisi Pemberantasan Korupsi RI dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) untuk pertama kalinya berkolaborasi mengadakan diskusi panel dan memilih lokasi di Pulau Bali.

Kepala BNN RI Komjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose di Bali, Ketua KPK RI Komjen Pol Firli Bahuri, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar secara langsung hadir sebagai narasumber dalam acara diskusi yang dikemas secara Blended Webinar di Mapolda Bali, Kota Denpasar, Bali, Rabu 24 November 2021.

Acara juga dihadiri oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan Perwakilan dari Kodam IX/Udayana, serta Bupati se-Bali.

Tema yang diusung dalam kegiatan ini ialah sinergitas pemberantasan narkoba, korupsi dan terorisme untuk pembangunan sumber daya manusia unggul di era VUCA (Vulatility , Uncertainly, Complexity and Ambiguity).

Baca juga: Kepala BNN RI Petrus Golose Kunjungan Kerja di Bali, Ini Agendanya

Kepala BNN RI, Komjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, melalui diskusi ini pimpinan tiga lembaga besar bertekad membangun meminimalisir tiga permasalahan nasional.

"Kami berbicara bersama dengan permasalahan bangsa yang ada saat ini dengan bersinergi di era VUCA, salah satunya membahas ancaman transnasional crime terhadap keamanan di Indonesia, kejahatan yang dirancang di suatu tempat namun kejadian serta akibat di tempat lain, kita juga sinergi memberantas bisnis gelap senjata dan narkotika, tindak pidana korupsi money laundry, yang beroperasi melalui dark web, menggunakan url IP adress kerahasiaan tinggi," paparnya

Golose sempat melontarkan pertanyaan dan survei kepada seluruh hadirin pejabat tinggi maupun para pejabat provinsi dan daerah di Bali tentang siapa yang setuju ganja dilegalkan, namun tak ada satupun peserta yang setuju.

"Saya survey ada tidak di sini yang setuju ganja dilegalkan (tidak ada yang angkat tangan setuju). Di Bali tidak ada yang setuju ganja di legalkan, bayangkan saja kita pulang lihat anak kita isap ganja," ucap Golose.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster menyampaikan, diskusi panel ini menjadi langkah kolaborasi bersama membahas isu-isu penting di Indonesia.

Baca juga: Tidak Mudah Lakukan Deradikalisasi, Kepala BNPT Hadiri Peringatan Bom Bali I di Ground Zero Badung

"Kolaborasi BNN, KPK dan BNPT ini pertama kali digelar di Indonesia dan lokasinya di Bali, diharapkan bisa diteruskan daerah lain, bagaimana narkoba saat ini sudah masuk ke pelosok desa terpencil, 2,3 juta generasi muda milenial menyalahgunakan narkoba, degradasi moral korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 56,7 triliun dan kasus suap mencapai Rp 322 miliar," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menjelaskan, kejahatan transnasional bergerak secara terorganisir dan inilah yang menjadi perhatian level global hingga regional karena membahayakan publik.

"Penanganan harus holistik tidak hanya represif tetapi juga preventif dan preemtif dari sinergi stakeholder," ucapnya. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved