Breaking News:

Berita Badung

UMK Badung 2022 Naik 1,06 Persen Jadi Rp 2.961.285,40, Ketua Serikat Pekerja di Badung Sebut Hal Ini

Kenaikan UMK itu pun disebut-sebut hasil pembahasan dewan pengupahan setempat, sehingga UMK 2022 ditetapkan Rp 2.961.285,40. 

I Wayan Suyasa
I Wayan Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Banyak yang menduga Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Badung akan tetap seperti tahun sebelumnya mengingat ekonomi belum tumbuh karena covid-19.

Namun kenyataannya UMK di Badung malah naik sebesar 1,06 persen.

Dengan kondisi pandemi covid-19 ini, jangankan untuk membayar gaji, beberapa perusahaan di Badung pun banyak yang kolaps karena pandemi.

Tidak sedikit perusahaan malah merumahkan bahkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya sendiri.

Menyikapi hal tersebut,  Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) kabupaten Badung, I Wayan Suyasa meminta pekerja maupun perusahaan bersyukur.

Baca juga: Naik Rp 18 Ribu, UMK Tabanan 2022 Sebesar Rp 2.643.778

Baca juga: Kementerian Investasi Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik

Kendati demikian pihaknya berharap di tahun 2022 perekonomian di Badung bisa menggeliat.

"Kita sangat berharap tahun 2022 perekonomian di Badung kembali menggeliat. Sehingga perputaran ekonomi cepat berjalan," katanya Rabu, 24 November 2021.

Wakil Ketua DPRD Badung itu mengaku meski UMK naik, namun jumlahnya masih sedikit. Bahkan penetapan UMK tersebut sudah sesuai dengan kesepakatan bersama.

"Kenaikan UMK setiap tahunnya memang jelas. Karena ada peninjauan UMK setiap tahun. Bahkan semua ini sebagai menghargai pekerja," ucapnya.

Pihaknya mengatakan kenaikan UMK merupakan keputusan bersama baik itu pemerintah, pekerja melalui serikat pekerja

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved