Breaking News:

Berita Bali

Hadir di Bali, Kepala BNPT Sebut Manfaat Literasi Digital bagi Netizen untuk Tangkal Paham Radikal

Komjen Rafli tak menampik beberapa waktu belakangan seiring laju perkembangan teknologi, segala jenis dan bentuk informasi yang masuk seolah tak

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyoroti masih perlu ditingkatkannya literasi digital pada masyarakat Indonesia untuk menangkal paham terorisme dan radikalisme.

Komjen Rafli tak menampik beberapa waktu belakangan seiring laju perkembangan teknologi, segala jenis dan bentuk informasi yang masuk seolah tak terbendung, salah satunya terorisme.

Sebagaimana disampaikannya dalam acara diskusi panel Blended Webinar antara BNN RI, KPK RI dan BNPT RI di Mapolda Bali, Kota Denpasar, Bali, pada Rabu 24 November 2021.

"Terorisme merupakan satu dari kejahatan sangat serius mempengaruhi perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, paham terorisme masuk ke dalam masyarakat tanpa disadari dan diketahui seperti halnya virus yang tersebar melalui teknologi informasi yang luar biasa kemajuannya," tuturnya.

Baca juga: Pertama Kalinya, BNN RI hingga BNPT RI Kolaborasi Gelar Diskusi Masalah Ancaman Bangsa di Bali

Lanjutnya, terorisme adalah aksi berbasis pada kekerasan atau ancaman kekerasan berkaitan dengan ideologi, politik dan gangguan keamanan

"TNI, Polri, ASN, BUMN apalagi dalam masyarakat rentan mendukung paham ideologi terorisme, hal inilah yang perlu dikontrol melalui kontra radikalisasi," ujarnya.

Ia berujar bangsa Indonesia rentan disusupi paham radikalisasi melalui media sosial dengan narasi-narasi berlatarbelakang agama.

"Indonesia sebagai bangsa yang religi namun masih belum memperoleh pendidikan yang baik menjadi faktor yang efektif untuk dimanfaatkan untuk dikuasai ideologinya," tuturnya.

Kata Rafli, dari sisi literasi, sebagian pengguna media sosial Indonesia masih menganggap narasi jaringan teroris sebagai sebuah kebenaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved