Berita Gianyar

Oknum Anggota DPRD Gianyar Akhirnya Bayar Utang Rp 10 Juta, Badan Kehormatan Akan Rapatkan

Wakil Ketua BK DPRD Gianyar, Ngakan Ketut Putra, Kamis 25 November 2021 melalui sambungan telepon mengatakan, pihaknya telah berada di Mataram, untuk

istimewa
Pimpinan dan anggota Badan Kehormatan DPRD Gianyar saat mendatangi DPRD Kota Mataram untuk mengusut persoalan utang, Kamis 25 November 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Badan Kehormatan (BK) DPRD Gianyar, Bali akhirnya melakukan pengumpulan kronologis oknum DPRD Gianyar yang tak mau bayar utangnya pada seorang pegawai di DPRD Kota Mataram, hingga berujung pegawai tersebut bersurat ke BK DPRD Gianyar agar oknum tersebut mau mem bayar utangnya Rp 10 juta.

Wakil Ketua BK DPRD Gianyar, Ngakan Ketut Putra, Kamis 25 November 2021 melalui sambungan telepon mengatakan, pihaknya telah berada di Mataram, untuk mencari kebenaran terkait surat tersebut.

Kata dia, pihaknya pun telah mengumpulkan kronologis oknum Dewan Gianyar tersebut meminjam Rp 10 juta sampai tidak dibayar hingga sebulan, meskipun telah ditagih berulang kali.

Kata dia, hal ini berawal dari oknum Dewan Gianyar tersebut menelepon Wakil Ketua DPRD Mataram, I Gede Sudiarta.

Baca juga: Oknum Dewan Gianyar Dilaporkan ke Badan Kehormatan karena Tak Bayar Utang Rp 10 Juta

Dimana oknum Dewan tersebut mengaku sedang tertimpa masalah, yakni kartu ATM-nya tertelan di anjungan tunai.

Namun saat itu yang bersangkutan sedang rapat.

Karena itu, yang bersangkutan meminta pegawainya bernama Aryo untuk membantu oknum Dewan Gianyar ini.

"Dilakukan transaksi pinjaman Rp 10 juta. Sekian beberapa lama, pegawai ini menanyakan kapan uangnya dikembalikan.

Namun oleh yang bersangkutan ini, terus dijanjikan besok, besok. Hingga satu bulan, akhirnya pegawai ini bersurat ke kami," ujarnya.

Ngakan Putra mengatakan, saat ini oknum tersebut telah mem bayar utangnya.

Namun lucunya, yang bersangkutan meminta agar pegawai tersebut mengatakan bahwa utangnya sudah dibayar sejak sepekan lalu.

"Kemarin utangnya sudah dibayar, katanya akan dikasi lebih. Tapi yang dikasi hanya Rp 10 juta, sesuai uang yang dia pinjam.

Yang bersangkutan juga meminta agar pegawai itu mengatakan bahwa utangnya sudah dibayar dua minggu lalu," ungkap Ngakan Putra.

Setelah utang piutang yang mencoreng nama baik lembaga DPRD Gianyar tersebut dibayar, apakah BK DPRD menyudahi persoalan ini?

Baca juga: BREAKING NEWS: Hendak Rafting di Payangan Gianyar, 2 Wisatawan Tewas Tertimpa Longsor

"Kita akan rapatkan lagi di Bali, nanti bagaimana sikap kita akan diputuskan melalui rapat bersama anggota lainnya," ujarnya lalu menutup sambungan telepon. (*)

Artikel lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Gianyar
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved