Breaking News:

Berita Jembrana

Kenaikan UMK Jembrana Sempat Disepakati Rp23 Ribu, Kini Direkomendasikan Hanya Rp6 Ribu

Setelah sempat disepakati naik 0,92 persen atau sekitar Rp 23 ribu, kenaikan UMK Jembrana dibatalkan.

KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi uang. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA  - Setelah sempat disepakati naik 0,92 persen atau sekitar Rp 23 ribu, kenaikan UMK Jembrana dibatalkan.

Hal itu, dikarenakan perhitungan kenaikan tidak diperbolehkan dengan kesepakatan antar tripartit.

Melainkan harus berdasarkan rumusan salah satunya dengan perhitungan inflasi.

Untuk Jembrana sendiri disepakati akhirnya setelah dibatalkan maka mengikuti perhitungan rumusan inflasi Denpasar atau sebesar Rp 6 ribu nilai kenaikan yang dihasilkan.

Baca juga: Puluhan Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Usaha, Salah Satunya Bantuan Usaha Ternak Babi

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana I Komang Suparta mengatakan, sebelumnya memang dari kesepakatan naik sebesar Rp 23 atau 0,92 persen.

Namun, itu bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Maka dari itu, pihaknya mengirimkan rekomendasi yang sesuai dengan formula yang sudah diatur.

Nah, rekomendasi yang sesuai dengan formula atau aturan itu sendiri

yakni UMK Jembrana tahun 2022 sebesar Rp 2.563.363,76.

Naik sebesar 0,24 persen atau Rp 6,261,59 dari UMK sebelumnya Rp 2.557.102,17.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved