Breaking News:

Berita Badung

Perketat Pengawasan Realisasi Program dari Penyelewengan, Itjen Kemenperin Luncurkan SINGA

Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melaunching Sistem Informasi Pengawasan (SINGA) meningkatkan efektivitas dan efisien

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian, Masrokhan (kiri) dan Inspektur Satu Itjen Kementerian Perindustrian, Wulan Apriliati Permatasari (kanan). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melaunching Sistem Informasi Pengawasan (SINGA) meningkatkan efektivitas dan efisiensi Pengawasan.

SINGA dilaunching dalam Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Itjen Kemenperin di Hotel Merusak, Nusa Dua, Bali, pada Kamis 25 November 2021.

Inspektur Satu Itjen Kementerian Perindustrian, Wulan Apriliati Permatasari mengatakan, penguatan pengawasan mampu meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) pada masing-masing instansi pemerintah. 

"Semakin baik tata kelola pemerintahan suatu negara, semakin cepat pula perputaran roda pembangunan nasional," kata Wulan saat dijumpai Tribun Bali di sela acara.

Kuatkan GRC, Itjen Kemenperin Gelar Rakorwas di Bali

Ia menyampaikan, program SINGA mengusung konsep early warning yang memberikan warning kepada para pimpinan APIP maupun pimpinan Satker untuk mengetahui capaian atau progress dari pelaksanaan program kerja atau kegiatan di setiap unit kerjanya.

"Mereka para pimpinan setiap minggunya akan diberikan notifikasi melalui Telegram program kerja yang dijalankannya untuk mengetahui seberapa besar progress realisasi kesesuaian antara target dengan capaiannya itu akan menjadi monitoring," jelasnya.

"Menggunakan data-data perencanaan, laporan keuangan, laporan kinerja, aplikasi SINGA dibuat buat lalu dan dilaunching hari ini," kata dia.

Aplikasi ini memiliki fitur smart monitoring untuk mengetahui sejauhmana target realisasi anggaran dan realisasi fisik dari setiap pekerjaan atau program.

"Mereka melakukan kegiatan apa dari awal ketahuan anggarannya berapa, berapa setiap bulan pengeluaran, persentasenya berapa, semua tercatat kami rekap secara real time dan kami sampaikan kembali kepada seluruh pimpinan unit kerja," tuturnya. 

Baca juga: IKM Dapat Kemudahan Akses Izin Usaha, Kemenperin Biayai Sertifikasi SNI Usaha Mikro Kecil

"Kalau dulu masih terpisah melakukannya secara triwulan berupa laporan kinerja PP 39 kita melihat dari situ tapi sekarang kita buat setiap minggu mereka mengetahui progress bisa dilihat dari telegram itu," pungkas Wulan. (*)

Ikuti berita terkini Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved