Berita Bali

Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Disebut Tak Rusak Sawah, Irigasi dan Pura, Walhi Bali Tantang Buka Data

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Daerah Bali (WALHI Bali) menggelar konferensi di kantor Walhi Bali, Jl. Dewi Madri IV Nomor 2 Denpasar

Walhi Bali
WALHI Bali menggelar konferensi di kantor Walhi Bali, Jl Dewi Madri IV Nomor 2 Denpasar, Bali, Kamis 25 November 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Daerah Bali (WALHI Bali) menggelar konferensi di kantor Walhi Bali, Jl. Dewi Madri IV Nomor 2 Denpasar pada Kamis, 25 November 2021 kemarin.

Konferensi pers ini digelar untuk merespons pernyataan Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardana.

Pernyataan tersebut diunggah di status Facebook milik pribadinya pada 3 November 2021 lalu.

Baca juga: Data WALHI Bali, 480,54 Ha Lahan Pertanian Produktif Terkena Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi

Dalam postingan itu pada intinya menyatakan bahwa proyek jalan tol dari Gilimanuk-Mengwi tidak ada persawahan yang terputus, baik air irigasinya maupun jalan pertanian dengan sistem talang (atas) untuk dialiri air maupun dilalui warga dengan roda dua dan tidak ada Pura atau beji atau area suci/adat yang terpisah dalam suatu kawasan.

Walhi Bali pun menanggapi serius pernyataan tersebut karena dinilai dapat menyesatkan masyarakat.

Dalam konferensi Pers hadir Direktur Walhi I Made Juli Untung Pratama, bersama Manajer Advokasi dan Kampanye Made Krisna “Bokis” Dinata.

Baca juga: Masuki Rencana Penlok Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Komisi III DPRD Bali Tinjau Lokasi Soka-Pekutatan

Untung menjelaskan, awalnya pihak Walhi Bali tidak tahu mengenai status tersebut, namun pada Rabu, 24 November 2021 kemarin ada masyarakat datang ke sekretariat Walhi Bali dan mempertanyakan kebenaran status Ketua Komisi III DPRD Bali Adi Ardhana terkait isu tol Gilimanuk - Mengwi.

“Saat diperlihatkan status tersebut, kami kaget dan menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Agar masyarakat Bali tidak mengalami sesat informasi, hari ini diadakan konferensi pers untuk menanggapi pernyataan dari Adhi Ardana. Itu alasan kami mengadakan konferensi pers ini,” kata Untung.

Untung menegaskan, berdasarkan hasil riset yang dilakukan Walhi Bali, ditemukan fakta bahwa lahan sawah yang diterabas oleh proyek tol Gilimanuk - Mengwi seluas 480,54 Ha.

Dengan 98 subak yang terancam hilang akibat proyek tersebut.

Baca juga: Pemilik Lahan di 7 Desa Tabanan Belum Terima Jadwal Sosialisasi Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi

Jika dikomparasikan dengan data daya dukung dan daya tampung Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara (P3E Bali Nusra), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terlihat bahwa rencana pembangunan jalan tol tersebut masuk pada wilayah jasa penyediaan pangan dengan klasifikasi sedang hingga sangat tinggi, atau termasuk pada area lahan produktif.

Selain itu berdasarkan data dari Ka Andal rencana proyek tol Gilimanuk - Mengwi, sedikitnya ada 15 jalur irigasi yang diterabas oleh proyek tol Gilimanuk - Mengwi.

Atas data Walhi tersebut, Untung menyayangkan dan meragukan kapasitas Adhi Ardana sebagai Ketua Komisi III DPRD Bali karena memberikan pernyataan tidak ada persawahan dan saluran irigasi yang terputus akibat dari Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi tanda didasari dengan data-data.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved